Sabtu, 20 Januari 2018 | 08:42 WIB

Indonesia Perlu Lakukan Modernisasi Ekonomi

Selasa, 20 Agustus 2013 / macro / antara

Yogyakarta, investorpialang.com - Indonesia harus melakukan modernisasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing Internasional serta menjaga stabilitas ekonomi makro, kata Guru Besar Bidang Ekonomi Makro Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih.

"Kita saat ini harus melakukan modernisasi ekonomi agar tidak terjebak dalam stagnasi ekonomi serta 'middle income trap' (perangkap pendapatan menengah) dalam arus liberalisasi ekonomi global," kata Sri Adiningsih usai acara pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Makro Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Senin.

Menurut anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) ini, modernisasi ekonomi hanya dapat terlaksana secara maksimal apabila didukung dengan komitmen politik dari otoritas serta kerja keras dari semua pihak.

Untuk mencapai modernisasi ekonomi, menurut dia, Indonesia harus membangun kelembagaan, baik hukum maupun pemerintahan, agar berkualitas internasional, bersih, dan efisien.

Selain itu, kata dia, kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, dan penyediaan pelayanan kesehatan dengan kualitas internasional.

"Infrastruktur yang buruk juga harus dibangun agar logistik sejajar dengan Singapura dan Malaysia," kata mantan Komisaris Independen PT Bank Danamon Indonesia Tbk ini.

Sementara itu, apabila Indonesia gagal dalam upaya meningkatkan daya saing Internasional, menurut dia, hanya akan menjadikan Indonesia sebagai "penonton", bahkan korban dari kebangkitan ekonomi Asia.

Apalagi, lanjut dia, saat ini menurut World Economic Forum (WEF), Indonesia berada pada posisi 50 dari 144 negara yang disurvei. Masih lebih rendah daripada negara ASEAN lainnya, seperti Singapura yang di peringkat 2, Malaysia (25), Brunei Darussalam (28), dan Thailand (38).

"Indonesia harus berubah dan bekerja keras untuk meningkatkan daya saing internasionalnya agar paling tidak terdepan di ASEAN," katanya.

Dibaca : 317 kali
Baru dibaca Terpopuler