Sabtu, 20 Januari 2018 | 20:12 WIB

Kinerja Ekspor April Turun 2,2 Persen

Rabu, 05 Juni 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Kementerian Perdagangan menyatakan, kinerja ekspor Indonesia pada April 2013 sebesar 14,7 miliar dolar AS mengalami penurunan sebesar 2,2 persen bila dibandingkan Maret 2013.

"Ekspor April 2013 mencapai 14,7 miliar dolar AS yang terdiri dari ekspor migas sebesar 2,4 miliar yang turun 18,4 persen dibanding Maret 2013 dan ekspor nonmigas 12,3 miliar dolar AS atau naik 1,7 persen dibanding Maret 2013," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan ekspor Indonesia selama Januari - April 2013 mencapai 60,1 miliar dolar AS atau turun 7,1 persen (yoy) dengan penurunan ekspor untuk migas dan nonmigas masing-masing sebesar 22 persen dan 3,1 persen.

"Penurunan nilai ekspor dipicu belum membaiknya harga beberapa komoditas ekspor nonmigas Indonesia di pasar internasional," katanya.

Dikatakannya, produk ekspor nonmigas dengan pertumbuhan terbesar yakni pakaian jadi dan alas kaki.

"Kami melihat bahwa eksportasi produk bernilai tambah mulai meningkat," katanya.

Sementara total impor pada April 2013 sebesar 16,3 miliar dolar AS atau naik sebesar 9,6 persen dibandingkan Maret 2013. Kenaikan impor tersebut dipicu oleh naiknya impor nonmigas sebesar 15,8 persen menjadi 12,7 miliar dolar AS, sementara impor migas turun 7,8 persen menjadi 3,6 miliar dolar AS.

Secara kumulatif, total impor selama Januari-April 2013 mencapai 62 miliar dolar AS yang terdiri atas impor nonmigas sebesar 46,9 miliar dolar AS (turun 2,5 persen yoy) dan impor migas sebesar 15,1 miliar (naik 3,2 persen yoy).

"Kenaikan impor migas ini disebabkan meningkatnya permintaan minyak mentah yang naik sebesar 20,4 persen," katanya.

Dia menjelaskan selama Januari-April 2013, struktur impor masih didominasi impor bahan baku dan bahan penolong yang mencapai 77 persen dan barang modal sebesar 16,7 persen.

Menurut dia, impor nonmigas mengalami kenaikan akibat permintaan impor bahan baku diantaranya sekrup dan komponen kendaraan bermotor. "Importasi bahan baku, bagus untuk industrialisasi," katanya.

Sementara impor barang konsumsi turun sebesar 12 persen (yoy) menjadi 3,9 miliar dolar AS. Impor bahan baku dan bahan penolong naik 4,4 persen menjadi 47,7 miliar dolar AS, sementara impor barang modal turun 17,7 persen menjadi 10,3 miliar dolar AS atau lebih rendah dari impor 2012 yang naik sebesar 36 persen.

Dibaca : 543 kali
Baru dibaca Terpopuler