Sabtu, 20 Januari 2018 | 20:17 WIB

Perlu Kmudahan Bagi Investor Pakistan

Selasa, 29 Januari 2013 / macro / antara

Islamabad, investorpialang.com - Dubes RI untuk Pakistan Burhan Muhammad menilai perlu diupayakan terobosan dengan memberikan kemudahan guna mendorong para pengusaha dan calon investor dari negara itu untuk melakukan usaha di Indonesia.

"Sampai saat ini, pengusaha atau calon investor masih terkendala antara lain dengan prosedur untuk mendapatkan visa masuk ke Indonesia, " tutur Burhan kepada enam wartawan Indonesia yang melakukan pers tour atas undangan pemerintah Pakistan di Islamabad, Selasa.

Menurut Dubes Burhan Muhammad, diperlukan waktu paling paling tidak sekitar salah satu bulan bagi warga negara Pakistan untuk mendapatkan visa masuk ke Indonesia dengan alasan keamanan, khususnya untuk mengantisipasi penyusupan terhadap orang atau kelompok yang diduga teroris berasal dari negara-negara di sekitar Pakistan.

"Mungkin, kami (Kedubes RI di Islamabad) bisa melakukan fungsi sebagai "clearing house" yang akan menyeleksi warga Pakistan yang akan berkunjung ke Indonesia, " kata Dubes guna mempercepat prosedur pengurusan visa masuk bagi mereka, jadi tidak menunggu 'clearance' dari pusat seperti yang dilakukan hingga saat ini.

Sulitnya mendapatkan izin masuk (visa) bagi warga Pakistan yang ingin berkunjung,menurut Burhan, mungkin saja menjadi salah satu penyebab rendahnya investasi Pakistan di Indonesia dibandingkan dengan di negara jiran, Malaysia, bahkan dibandingkan dengan Singapura dimana Pakistan belum menempatkan kantor kedubesnya.

Dubes mengungkapkan, dalam waktu dekat ini ia akan membawa sejumlah pengusaha dan calon investor Pakistan, misalnya ada yang tertarik untuk menanamkan modalnya dalam pembuatan perangkat (kit) dan stasiun gas alam yang dipadatkan (compressed natural gas - CNG) yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif kendaraan mobil di Indonesia.

Menurut dia, Indonesia baru mulai menggunakan CNG yang lebih murah dari BBM, sementara di Pakistan, sudah sekitar empat juta kendaraan sudah menggunakan CNG.

Menurut data yang diperoleh dari Kedubes Pakistan di Jakarta, nilai dan volume perdagangan antara Pakistan dan Indonesia, walaupun relatif kecil, cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2011, nilai perdagangan kedua negara untuk pertama kalinya menembus angka di atas satu miliar dolar AS yakni l,l4 miliar dolar AS atau terjadi kenaikan 47,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sedangkan selama periode Januari - May 2012, nilai perdagangan kedua negara mencapai 746,4 juta dolar AS atau naik 75 persen dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.

Setelah ditandatanganinya Kesepakatan Tarif Preferensi (PTA) yang akan diberlakukan dalam satu atau dua bulan mendatang, nilai dan volume perdagangan antara kedua negara diharapkan akan meningkat lagi.

Berdasarkan PTA, Indonesia menawarkan penurunan tarif untuk 216 jenis komoditas ekspor Pakistan seperti kapas, garmen, alat-alat olahraga dan produk terbuat dari bahan kulit. Sebaliknya Pakistan menawarkan tarif preferensi untuk CPO, bahan-bahan turunan (derivatif) gula, coklat, produk kimia, produk berbahan karet, kayu dan gelas serta sejumlah peralatan rumah tangga dan dapur yang diimpor Pakistan. (ANTARA)

Dibaca : 653 kali
Baru dibaca Terpopuler