Minggu, 19 Nopember 2017 | 17:11 WIB

Pembangkit Listrik Berteknologi Hybrid Renewable Segera Hadir di Indonesia

Kamis, 20 Agustus 2015 / macro / investor & pialang

Jakarta, INVESTORPIALANG – Caterpillar Inc. dan PT Sumberdaya Sewatama hari ini mengumumkan bahwa kedua perusahaan siap percepat keberadaan listrik di berbagai penjuru tanah air, melalui terobosan teknologi handal bernama pembangkit listrik hybrid renewable.

Rob Schueffner, Microgrid Comercial Manager Electric Power Division  Caterpillar Inc. mengatakan,“terobosan terbaru ini kami ciptakan untuk dapat memberikan berbagai manfaat diantaranya, penghematan bahan bakar, penciptaan pembangkitan listrik ramah lingkungan yang sekaligus menjamin kestabilan pasokan. Pulau terluar dan terdalam di seluruh penjuru di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi ini. Pembangunan dan penyambungannya pun dapat dilaksanakan dengan cepat, tidak seperti pembangkit listrik berbahan bakar batubara atau air,” katanya di Jakarta, Kamis (20/8).

Edi Prayitno Hirsam, Chief Growth Officer PT Sumberdaya Sewatama, melihat bahwa teknologi hybrid bisa menekan ongkos operasional terutama dalam pemakaian bahan bakar baik gas maupun diesel. “Sehingga pemerintah tidak terus terbebani dengan kebutuhan bahan bakar untuk pembangkit listrik. Hal ini sejalan dengan apa yang dicanangkan pemerintah,” paparnya di Jakarta, Kamis (20/8). 

Sebagai perusahaan ketenagalistrikan yang sudah berdiri sejak 23 tahun, adanya teknologi ini bisa mempercepat pemenuhan kebutuhan listrik di daerah yang selama ini masih sulit mendapatkan pasokan lantaran ketergantungan dengan energi fosil. “Pemakaian solar panel (PV) di Indonesia itu tepat. Sebagai negara tropis, sinar matahari bisa terus ada sepanjang hari. Sehingga teknologi yang menggabungkan mesin konvensional dengan tenaga matahari seperti ini bisa sangat efisien,” papar Edi lagi.

Lebih penting lagi, dalam hitungan Caterpillar, bila memakai teknologi hybrid untuk membangkitkan listrik sebesar 2 GW, tak hanya bisa mengurangi biaya pemakaian bahan bakar, tetapi juga bisa mereduksi produksi karbon hingga setara dengan karbon yang dihasilkan oleh 750.437 mobil.

Oleh karena itu, Sewatama dalam rencana ke depan sudah mulai bersiap untuk mengeimplementasikan pemakaian teknologi ini dengan tujuan membantu pemerintah mempercepat program pengadaan listrik 35.000 MW. Saat ini, Sewatama sudah mengembangkan sejumlah proyek pembangkit listrik dari bermacam energi. Baik energi fosil maupun energi terbarukan seperti pembangkit listrik minihidro, pembangkit listrik biogas dan pengembangan tenaga angin. “Kami sudah menggunakan beberapa alternatif energi untuk pembangkitan listrik, mulai batubara, air, biomass, angin dan berikutnya, teknologi hybrid ini yang memanfaatkan tenaga surya dan tenaga diesel,” ujar Edi lagi.

Perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat ini sejak lama sudah mengembangkan teknologi hybrid bekerjasama dengan produsen solar panel First Solar. Awalnya, selama tujuh tahun pengembangan hybrid, sempat digunakan untuk keperluan militer. “Saat itu, masih mahal untuk dikomersialisasi. Seiring dengan waktu, teknologi ini bisa semakin terjangkau untuk diterapkan dalam skala komersial,” papar Rob. (dul)

Dibaca : 484 kali
Baru dibaca Terpopuler