Jumat, 25 Mei 2018 | 00:52 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Entaskan Kemiskinan

Rabu, 21 Agustus 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi yang dicapai sejumlah negara di kawasan Asia dan Pasifik termasuk Indonesia dinilai tidak cukup untuk mengentaskan tingkat kemiskinan.

"Meski pertumbuhan Asia sangat pesat, tetapi terdapat bagian luas dari populasi yang masih hidup di dalam kemiskinan dan mengalami kelaparan," kata Dirjen Departemen Strategi dan Kebijakan ADB, Kazu Sakai, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kemiskinan dan kelaparan yang melanda sebagian populasi di Asia dapat mengancam keberlanjutan pertumbuhan dan integrasi kawasan tersebut.

Hal tersebut juga menjadi kesimpulan dari hasil kajian yang dilakukan ADB bersama-sama dengan National University of Singapore.

"Kemakmuran Asia di masa mendatang hanya dapat tercapai bila negara-negara terus berperang mengentaskan kemiskinan," kata Kazu Sakai.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan intervensi atau proses campur tangan dari pemerintah yang sangat aktif.

Ia juga mengingatkan bahwa pengentasan kemiskinan juga sangat terkait dengan Sasaran Pembangunan Milenium (MDG) yang tenggat waktunya akan berakhir pada 2015.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Indonesia dalam melaksanakan pembangunan tidak sekedar mengejar pertumbuhan, namun juga memastikan kemiskinan dapat diatasi.

"Sebagai negara berkembang, sasaran kita tidak sekedar pertumbuhan saja. Ciptakan lapangan kerja dan juga kurangi kemiskinan," kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhoyono di Jakarta, Selasa (20/8).

Presiden mengatakan ia ingin memastikan pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik dan merata sehingga semua pihak dapat merasakannya.

Dibaca : 644 kali
Baru dibaca Terpopuler