Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:47 WIB

HUT Proklamasi Momentum BUMN Merdeka Dari Intervensi

Minggu, 18 Agustus 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan memaknai perayaan HUT ke-68 RI sebagai momentum untuk membangkitkan perusahaan milik negara agar mampu meningkatkan daya saing dan dapat bertarung di pasar global.

"Arti Hari Kemerdekaan bagi BUMN adalah, bagaimana agar merdeka dari intervensi, merdeka dari gangguan, dan merdeka dari berbagai kepentingan," kata Dahlan, usai memimpin upacara peringatan HUT Proklamasi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu.

Bertempat di halaman depan Gedung Kementerian BUMN, upacara diikuti seluruh deputi Kementerian BUMN, karyawan Kementerian BUMN, sejumlah direktur utama perusahaan milik negara, dan ratusan siswa berprestasi.

Dahlan mengatakan perayaan hari Kemerdekaan setiap tahun bisa dijadikan sebagai kilas balik untuk bagaimana menghargai hasil perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa.

Dulu pejuang berupaya memerdekakan Indonesia dengan darah, keringat, dan air mata.

"Sekarang saatnya BUMN harus mampu mengisinya dengan sebaik-baiknya. BUMN harus mampu berjuang menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi bangsa," ujarnya.

Menurut mantan Dirut PT PLN ini, maju mundurnya ekonomi nasional sangat tergantung kepada sebebarapa besar kemampuan BUMN untuk tetap bangkit menjadi lokomotif pembangunan.

"Semua BUMN, tidak terkecuali harus mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, jangan disia-siakan," tegas Dahlan.

Ia memberi gambaran, di masa lalu para pejuang mampu mengalahkan dan mengusir VOC dari bumi pertiwi.

"Sekarang tugas kita tidak lagi mengalahkan ekonomi Belanda karena memang sudah dapat dilampaui. Saat ini bagaimana caranya mengalahkan ekonomi Spanyol, yang juga merupakan penjajah pertama Indonesia," tegas Dahlan.

Dahlan yang hari lahirnya bertepatan dengan peringatan HUT Proklamasi RI, yaitu pada 17 Agustus 1951, di Magetan ini, menegaskan perlu kerja keras semua pemangku kepentingan bangsa.

"Ekonomi Indonesia harus terus dibangun dengan menaikkan Produk Domestik Bruto (GDP). Jika terus ditingkatkan menjadi 1.800 miliar dolar AS maka dalam lima tahun ke depan Indonesia sudah bisa mengalahkan ekonomi Spanyol," tegasnya.

Dahlan bersyukur saat ini, sejumlah BUMN sudah mampu berbicara di kancah internasional. PT Pertamina misalnya, masuk peringkat 112 perusahaan terbaik Fortune Global. BUMN lainnya yang segera menyusul jejak Pertamina, antara lain Bank Mandiri, Bank BRI, PT Telkom, PT Semen Indonesia.

Pada bagian lain, Dahlan melalui media sosial twitter menanggapi arti kemerdekaan yang ditanyakan para followernya.

"Sekali merdeka tetap merdeka. Asal jangan seperti banyak yang beranggapan "sekali merdeka, merdeka sekali!", kicau Dahlan dalam twitternya.

Dibaca : 651 kali
Baru dibaca Terpopuler