Kamis, 26 April 2018 | 14:52 WIB

Rapor 30 BUMN Masih Buruk

Selasa, 23 Juli 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan setidaknya sebanyak 30 perusahaan milik negara memiliki kinerja keuangan yang buruk sehingga perlu ada penanganan khusus.

"Banyak BUMN yang mampu meningkatkan kinerja keuangan dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun yang benar-benar masih memprihatinkan atau rapor merah ada sekitar 30 perusahaan," kata Dahlan, usai mengumpulkan direksi 35 BUMN berkinerja baik periode semester I 2013, di Gedung Bank BTN, Jakarta, Senin.

Menurut Dahlan, pertemuan dilakukan tertutup dan rahasia karena membahas masalah kinerja keuangan perusahaan "platmerah" sepanjang semester I 2013 dan proyeksi hingga akhir 2013.

Ia menjelaskan, BUMN yang memiliki kinerja buruk akan dicarikan solusi dalam mengatasinya.

"Kita melakukan identifikasi BUMN mana saja yang kinerjanya memburuk. Selanjutnya akan diklarifikasi mengapa laba menurun, mengapa merugi, dan mengapa tidak bisa memperbaiki performa," ujar Dahlan.

Untuk itu, diutarakannya, perlu pertemuan lebih lanjut dengan BUMN yang memiliki "rapor merah" untuk memperbaiki pencapaian.

Dengan demikian diharapkan kinerja perusahaan terutama dalam paruh kedua 2013 dapat diperbaiki.

Meski begitu, Dahlan tidak menyebutkan BUMN apa saja yang akan dipanggil terkait dengan kinerja keuangan yang merosot tersebut.

"Kita panggil tidak untuk memberi semacam "punishment" (hukuman) tapi lebih bagaimana mencari solusi yang terbaik bagi perusahaan," kata Dahlan.

Meski terdapat BUMN yang memiliki kesulitan, namun Dahlan juga bangga terdapat 35 BUMN yang berprestasi baik.

"Saya mengundang mereka (direksi) dari 35 BUMN itu, berdiskusi. Ya...ibarat "tadarusan" kami bertukar pikiran bagaimana perusahaan tersebut bisa terus meningkatkan kinerja sampai dengan akhir tahun 2013," kata Dahlan.

Ke-35 BUMN yang diundang tersebut meliputi PT Semen Indonesia, PT Telkom, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Garuda Indonesia, PT Bank BRI, PT Bank BNI, Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia.

Selanjutnya, PT Kereta Api Indonesia, PT Pos Indonesia, PT Pegadaian, PT Waskita Karya, PT Jamsostek, PT Bank Mandiri, Perum Perumnas.

Menurut Dahlan, prestasi ke 35 perusahaan yang dimaksud luar biasa, namun tetap dibutuhkan upaya dari manajemen untuk meningkatkannya lagi hingga akhir tahun 2013.

"Ini BUMN yang datang, yang menjadi contoh, dapat meningkatkan kondisi keuangan dari sebelumnya negatif menjadi positif. Yang lainnya dapat meningkatkan pertumbuhan yang berlipat," ujar Dahlan.

Dibaca : 754 kali
Baru dibaca Terpopuler