Jumat, 27 April 2018 | 00:36 WIB

Presiden Resmikan RS Pekerja Agustus 2013

Selasa, 04 Juni 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan menargetkan pembangunan Rumah Sakit Pekerja yang berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) rampung sebelum 17 Agustus 2013.

"Proses pembangunan sedang berjalan, diharapkan rampung sebelum 17 Agustus 2013, untuk kemudian diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,"kata Dahlan, usai peresmian penyelesaian penutupan atap akhir pembangunan gedung Rumah Sakit Pekerja di Cakung, Jakarta, Senin.

Menurut Dahlan, pembangunan RS Pekerja ini merupakan usulan Presiden Yudhoyono yang menginginkan ketersediaan rumah sakit untuk para buruh terutama pada kawasan-kawasan perindustrian.

"RS Pekerja ini akan dikelola Pertamedika, anak usaha PT Pertamina yang berpengalaman mengelola rumah sakit," kata Dahlan.

Pembangunan RS Pekerja ini merupakan sinergi antar BUMN, yakni PT KBN, PT Jamsostek, PT Askes, PT Binakarya, PT Nindya Karya, dan PT Indrakarya.

Sementara itu, Direktur Utama KBN Sattar Taba mengatakan, nilai proyek pembangunan RS Pekerja ini berkisar Rp65 miliar, sedangkan pembelian peralatan kesehatan sebesar Rp40 miliar, dana cadangan untuk pembelian ambulance, biaya konsultan serta lainnya Rp5 miliar.

Dana pembangunan rumah sakit yang berlokasi di lahan seluas 3.652 meter persegi tersebut berasal dari dana program "corporate social responsibility" BUMN.

"Semua pekerja termasuk karyawan BUMN yang memiliki kartu asuransi kesehatan gratis berobat, sedangkan buruh yang tidak memiliki kartu Askes tetap mendapat perawatan namun dengan biaya murah," ujar Sattar.

Rumah sakit ini memiliki luas bangunan sekitar 9.000 meter persegi, terdiri atas 8 lantai, dan jumlah tempat tidur yang tersedia 184 tempat tidur (kelas II).

Spesifikasi RS Pekerja setara kelas C+, berfungsi sebagai pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, mulai dari rawat jalan, unit gawat darurat, unit rawat intensif, bedah sentral, hingga rawat inap.

RS Pekerja juga memiliki fasilitas penunjang medik, seperti laboratorium, fisioterapi, radiologi, dan rekapan medik, sementara penunjang non medik, antara lain farmasi, gizi, laundry, kamar jenazah, serta ambulance.

Dengan mengusung konsep hijau, rumah sakit ini diharapkan dapat membantu proses penyembuhan pasien karena memiliki sistem ventilasi dalam pencegahan nosokomial pada rumah sakit tersebut.

Dibaca : 658 kali