Jumat, 15 Desember 2017 | 21:01 WIB

Mari Pangestu Bahas Sistem Perdagangan Multilateral

Jumat, 15 Maret 2013 / macro / antara

London, investorpialang.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Dr Mari Elka Pangestu membahas sistem perdagangan multilateral Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta perkembangan bilateral antara Indonesia dan Maroko.

Dalam kunjungan kerja ke Rabat, Maroko, Menteri Mari Pangestu mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Maroko, Saad El Dine-Otmani, Menteri Pariwisata Maroko, Lahcen Haddad dan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian, Perdagangan dan Teknologi Baru El Aid Mahsoussi, demikian keterangan dari KBRI Rabat yang diterima ANTARA London, Kamis.

Dalam pertemuan itu dibahas perkembangan bilateral antara Indonesia dan Maroko, perkembangan regional serta keadaan saat ini dan masa depan dari sistem perdagangan multilateral WTO, di mana masa jabatan Direktur Jenderal akan berakhir 31 Agustus 2013.

Pertemuan tersebut dalam suasana dan lingkungan yang sangat positif. Indonesia dan Maroko memiliki hubungan sejarah yang panjang. Ke dua negara adalah bagian dari Gerakan Non-Blok, Organisasi Kerjasama Islam serta Konferensi Asia-Afrika.

Konferensi Asia-Afrika pertama diadakan di Bandung, Indonesia pada 1955 dan mendorong gerakan kemerdekaan dari berbagai bangsa di Asia dan Afrika. Maroko merdeka pada 1956 dan Presiden Soekarno mengunjungi Maroko pada 1960.

Ke dua belah pihak sepakat untuk meningkatkan hubungan dalam berbagai hal seperti investasi, pariwisata, perdagangan, dan membentuk Komisi Bersama.

Dalam diskusi antara Menteri Pangestu dan Menteri El-Otmani, disepakati WTO sebagai institusi telah memberikan kontribusi signifikan dalam memastikan aliran perdagangan yang adil dan seimbang.

Ke dua menteri berpendapat pembangunan merupakan bagian integral dari negosiasi perdagangan multilateral. Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-9 pada Desember di Bali juga penting dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem perdagangan multilateral.

Keberhasilan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 juga tergantung pada apakah anggota dapat mencapai kesimpulan dalam paket panen dini serta jalan menuju penyelesaian Agenda Pembangunan Doha.

Dalam kesempatan itu Menteri Pangestu sangat menghargai peran Maroko sebagai koordinator kelompok Afrika di WTO.

Menteri Pangestu, yang Menteri Perdagangan Indonesia dari Oktober 2004 sampai Oktober 2011, yakin bahwa sistem perdagangan multilateral adalah solusi untuk banyak masalah di seluruh dunia.

Dalam pertemuan antara Menteri Pangestu dan Menteri Haddad, sepakat untuk menyelesaikan Nota Kesepahaman antara kedua kementerian dan MoU akan ditandatangani selama Komisi Bersama pertama antara Indonesia-Maroko akhir tahun ini.

MOU mencakup kerjasama pengembangan kapasitas, pertukaran pelatihan dan memajukan konektivitas antara Indonesia dan Maroko.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri bertukar pengalaman dalam meningkatkan pariwisata yang berkelanjutan dan bagaimana meningkatkan pariwisata yang berkualitas.

Menteri Pangestu adalah salah satu di antara empat menteri yang merupakan calon Direktur Jenderal WTO. Selain empat menteri, ada lima kandidat lain. Jika terpilih sebagai Direktur Jenderal yang baru, Dr Pangestu akan menjadi wanita pertama yang memegang posisi sejak terbentuknya WTO.

Berdasarkan pengalamannya, dia memahami pentingnya inklusi dan akan memastikan bahwa peluang dari perdagangan bebas global manfaat semua orang, pria dan wanita, di negara maju dan berkembang, untuk bisnis besar dan UKM.

Dalam beberapa minggu terakhir, Menteri menyampaikan visi dan misi kepada rapat umum WTO Council di Jenewa, serta memenuhi perwakilan anggota WTO.

Sebelumnya Menteri Mari Pangestu mengunjungi Washington DC, Beijing, Brussels, Paris, Berlin, Warsawa, Budapest, Moskow, Dubai/UAE, Abidjan, Abuja, Kairo, dan Stockholm dalam rangka berbagi komitmennya untuk mengintegrasikan setiap negara ke dalam sistem perdagangan global.

Dibaca : 274 kali
Baru dibaca Terpopuler