Senin, 18 Juni 2018 | 10:59 WIB

Menhub Inginkan Perwira Pelayaran Kembangkan Industri Nasional

Jumat, 15 Maret 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan menginginkan agar perwira pelayaran niaga berfokus untuk mengembangkan industri pelayaran di dalam negeri, dan tidak hanya mencari pekerjaan di perusahaan luar negeri.

"Saya mengimbau kepada saudara sebagai perwira pelayaran niaga, agar dapat berperan serta menjadi bagian dalam memajukan perkembangan industri pelayaran nasional, tidak hanya berfokus kepada perusahaan luar negeri yang memang selama ini dianggap lebih menjanjikan dalam hal pendapatan," kata E.E. Mangindaan dalam acara Wisuda Perwira Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Tahun 2013 di Jakarta, Kamis.

Menurut Mangindaan, peluang kerja sebagai seorang pelaut guna mengisi kebutuhan armada kapal nasional pada saat ini sangat terbuka lebar.

Hal tersebut, sejalan dengan UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran bahwa rangka pelaksanaan azas cabotage guna melindungi kedaulatan negara dan mendukung perwujudan wawasan nusantara.

Selain itu, lanjutnya, UU Pelayaran juga memberikan kesempatan berusaha yang seluas-luasnya bagi perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki oleh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.

Saat ini, ia berpendapat bahwa prospek pelayaran niaga nasional sangat menjanjikan karena dilihat dari pemetaan kekuatan armada niaga nasional, telah terjadi peningkatan terhadap armada niaga nasional sejak periode 2010-2012, sehingga total armada sebanyak 11.620 unit atau setara kapasitas 16,07 juta GT (gross ton).

Jumlah tersebut terdiri atas armada milik perusahaan angkutan laut nasional (pemegang SIUPAL/Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut) sebanyak 9.964 unit atau berkapasitas setara 15,34 juta GT dan armada milik perusahaan angkutan laut khusus sebanyak 1.656 unit atau berkapasitas setara 606 ribu GT.

Menhub juga menuturkan, peran dan dukungan subsektor transportasi laut dalam mendukung proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sangat dibutuhkan, setelah dibaginya konsep dan lokasi "global hub" di bagian barat dan timur Indonesia.

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran berdiri sejak tahun 1953 dengan nama Akademi Ilmu Pelayaran (AIP). Pada 27 Februari 1957, AIP diresmikan oleh Presiden Soekarno. Kemudian pada 1983, AIP namanya berubah menjadi Pendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran (PLAP).

Akhirnya pada Maret 2000, PLAP berubah status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dengan struktur organisasi baru dengan membuka kesempatan melaksanakan tingkat pendidikan yang sampai ke jenjang S2 dan S3.

Dibaca : 605 kali
Baru dibaca Terpopuler