Kamis, 26 April 2018 | 14:51 WIB

Kementerian ESDM Siap Implementasi Paket Kebijakan Ekonomi

Minggu, 25 Agustus 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral siap mengimplementasikan paket kebijakan ekonomi, berupa pelonggaran batasan ekspor bahan mineral dan mendorong penggunaan biodiesel untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

"Ada empat hal yang akan dilakukan, termasuk di luar paket kebijakan," ujar Menteri ESDM Jero Wacik usai bertemu Menteri Keuangan di Jakarta, Jumat (23/8).

Ia mengatakan relaksasi ekspor bahan mineral dilakukan untuk mendorong kinerja ekspor nasional yang saat ini sedang terganggu, karena berkurangnya permintaan di negara maju dan fluktuasi harga komoditas.

"Ini situasi tidak normal, kita mesti selamatkan diri. Negara harus diselamatkan dulu, tentu ada yang dikorbankan sedikit dalam situasi darurat seperti ini," ujarnya.

Jero mengatakan penggunaan bahan bakar nabati sebesar 10 persen menjadi kewajiban utama untuk mengurangi impor solar, apalagi harga energi biodiesel itu tercatat relatif murah dan lebih terjangkau.

"Itu 'mandatory' untuk bahan bakar nabati sebagai substitusi solar. Selain impor solarnya berkurang, juga ada penciptaan lapangan kerja untuk membuat bahan baku nabati itu dari CPO," ujarnya.

Selain itu, di luar paket kebijakan ekonomi tersebut, Kementerian ESDM akan mempercepat pengembangan energi terbarukan, seperti panas bumi dan air, serta mendorong konversi BBM kepada bahan bakar gas.

"Ini kita kerjakan untuk mengurangi impor solar. Kita mempercepat pemberian insentif, dan kalau ada yang minta izin untuk geothermal, kita percepat. Kalau ini maju, listrik tidak perlu banyak pakai solar," kata Jero.

Terkait konversi BBG, Jero mengatakan saat ini ada beberapa desa nelayan yang sudah menggunakan elpiji sebagai bahan bakar kapal ikan untuk menggantikan peran solar.

"Nantinya kita akan ubah semua penggunaan solar menjadi elpiji," katanya.

Dibaca : 585 kali