Kamis, 23 Oktober 2014 | 09:19 WIB

APPSI Minta Pemerintah Waspadai Mafia Importir

Jumat, 11 Juli 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran meminta pemerintah mewaspadai mafia importir yang biasa menahan penjualan bahan pangan untuk menunggu lonjakan harga.

"Impor bahan pangan untuk memenuhi pasokan di pasar itu boleh, tapi harus dikendalikan. Pemerintah harus mewaspadai jangan sampai mafia-mafia importir itu menahan barang, ini kan sering mereka mainkan," kata Ngadiran dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan bahwa pemerintah dalam mengeluarkan izin impor harus mematok pula harga jual sesuai dengan perhitungan biaya importir. Hal itu untuk mencegah importir memasang harga yang tidak wajar yang dapat merugikan pedagang lokal dan konsumen.

"Saat impor tentukan ongkosnya berapa, lalu pemerintah pantek harga agar importir tidak seenaknya. Pemerintah jangan sampai dikendalikan oleh importir," kata dia.

Selain itu Ngadiran meminta pemerintah dalam melakukan impor harus memperhatikan siklus panen petani, serta kecukupan pasokan bahan pangan hasil dari petani/peternak.

Lebih jauh Ngadiran menjelaskan bahwa pemerintah harus mengeluarkan izin impor untuk mengintervensi pasar atas kurangnya pasokan bahan pangan yang menyebabkan meningkatnya harga.

Di awal bulan Ramadhan saat ini menurut dia, hanya minyak goreng dan gula pasir yang harganya relatif stabil. Sedangkan bahan pangan seperti daging, ayam potong, cabai dan bawang harganya meningkat cukup drastis.

"Saat ini hanya minyak goreng dan gula pasir yang harganya tidak naik, karena produksi sawit bagus dan gula sedang panen. Sedangkan cabai sekarang Rp70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp16.000, bawang Rp35.000 per kilogram dari biasanya Rp17.000, dan ayam, daging serta telur juga mengalami kenaikan harga," ujar dia.

Dibaca : 84 kali
Baru dibaca Terpopuler