Kamis, 21 Juni 2018 | 15:20 WIB

Perusahaan Harus Pekerjakan 75 Persen Putra Daerah

Kamis, 04 Juli 2013 / macro / antara

Langkat, Sumut, investorpialang.com - Perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) yang ada di kabupaten Langkat Sumatera Utara harus mempekerjakan 75 persen putra daerah sebagaimana yang diusulkan dalam peraturan daerah.

"Kita sudah persiapkan peraturan daerah agar perusahaan yang ada di Langkat ini mempekerjakan putra daerah," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Syaiful Abdi di Stabat, Rabu.

Peraturan tersebut diharapkan untuk mendukung perusahaan tersebut sekaligus juga menjadikan pekerja menjadi "tuan rumah" yang ada di perusahaan tersebut, katanya.

Selain itu juga dengan mempekerjakan putra daerah diharapkan akan terjaga kondusifitas di tempat kerja.

Karena selama ini sudah terlihat hasilnya dengan raihan penghargaan K3 yang diberikan kepada Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, selaku pembina terbaik se Indonesia.

"Ini juga untuk menciptakan hubungan komunikasi yang baik perusahaan dengan pemerintah maupun juga warga masyarakat setempat,"kata dia.

Secara terpisah Bupati Langkat Haji Ngogesa Sitepu mengingatkan bahwa kondusifitas sangatlah diharapkan untuk memberikan peluang tumbuh kembangnya investor ke daerah ini, dimana imbasnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat diantaranya pekerja maupun buruh.

Dengan demikian, terciptalah keharmonisan pekerja dengan pemilik usaha sehingga kemajuan ekonomi daerah semakin baik.

"Semangat kemitraan harus senantiasa terpelihara dengan baik, tujuannya tak lain demi kepentingan besar masyarakat," kata Ngogesa.

Ini ditegaskan pemerintah dengan UUD 1945 pasal 28 yang menyiratkan kemerdekaan berserikat dan berkumpul merupakan hak asasi manusia, sejalan dengan konvensi ILO nomor 87 tentang kebebasan berserikat dan perlindungan hak berorganisasi.

"Berbagai perusahaan akan tumbuh dan besar yang memiliki kaitan langsung dengan kesejahteraan pekerja sebagai salah satu pahlawan penggerak roda ekonomi mampu menjamin kelangsungan hidup perusahaan," ungkapnya.

Dibaca : 408 kali
Baru dibaca Terpopuler