Jumat, 22 Juni 2018 | 18:26 WIB

Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK

Rabu, 12 Juni 2013 / macro / investorpialang.com

Jakarta, investorpialang.com - Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan hari menegaskan bahwa OJK akan terus mencermati dan melakukan koordinasi dengan otoritas moneter dan fiskal dalam rangka pemulihan kondisi pasar dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Selain itu, OJK telah meminta Bursa Efek Indonesia untuk terus mencermati perkembangan pasar guna mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan sesuai dengan dinamika yang terjadi.

IHSG dari tanggal 31 mei 2013 sampai dengan 11 juni 2013 mengalami penurunan sebesar 9%. Namun demikian, secara ytd per 11 Juni 2013, IHSG masih mencatat kenaikan positif sebesar 6,79% berada idperingkat ke-4 dari bursa regional setelah Tokyo Stock Excange, Philippine Stock Excange dan Shenzen Stock Excange.

Ketua dewan komisioner OJK, Dr. Muliaman D. Hadad dalam rapat menegaskan bahwa pada dasarnya optimisme pelaku pasar Indonesia juga masih tetap tinggi. Hal ini tercermin dari: peningkatan perdagangan harian di Bursa efek Indonesia, peningkatan jumlah perusahaan yang mengajukan pernyataan pendaftaran ke OJK untuk penawaran umum saham, surat utang dan efek lainnya dan net-subscription reksadana. Disamping itu, kinerja emiten sampai dengan triwulan I-2013 menunjukkan kinerja yang cukup baik sebagaimana tercermin pada nilai laba bersih komprehensif emiten yang meningkat 1,73% disbanding posisi triwulan I-2012.

Sementara itu, masih dalam rapat yang sama, kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Ibu Nurhaida mengemukakan bahwa terlepas dari tekanan di pasar saham saat ini, pada dasarnya dalam 5 tahun terakhir perkembangan pasar modal Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang terlihat dari beberapa indikator berikut:

  • IHSG meningkat dari 2.534,36 di tahun 2009 menjadi 4.609,95 pada 11 juni 2013
  • Rata-rata harian perdagangan saham terus meningkat dari Rp. 4.046,51 milyar pada 2009 menjadi 6.830,19 milyar pada 11 Juni 2013
  • Nilai kapitalisasi pasar saham meningkat dari Rp. 2.019,38 triwulan pada 2009 menjadi Rp. 4.522 pada 11 Juni 2013

Tren pertumbuhan yang terjadi dalam 5 tahun terakhir tersebut perlu dipertahankan. Untuk itu OJK melakukan beberapa upaya untuk mendorong peningkatan jumlah emiten, pengembangan basis investor, pengembangan produk, pengembangan infrastruktur pasar modal, serta pengembangan pasar surat utang dan sukuk.

Upaya peningkatan jumlah emiten dilakukan melalui beberapa program yaitu penyederhanaan prosedur penawaran umum, rasionalisasi kewajiban keterbukaan bagi Emiten dan upaya mendorong perusahaan untuk go public.

Upaya pengembangan basi investor dilakukan dengan pembentukan dana perlindungan modal, sosialisasi pasar modal syariah dan pengaturan transaksi elektronik efek Reksa Dana.  

Upaya pengembangan produk  melalui revitalisasi perdagangan produk derivative, penggunaan bond indeks sebagai parameter perdagangan surat utang dan sukuk, mengembangkan kerangka regulasi / produk syariah, pengembangan produk pengelolaan investasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan mengupayakan insentif pajak.

Dibaca : 764 kali
Baru dibaca Terpopuler