Rabu, 21 Februari 2018 | 08:41 WIB

Pembebasan Pajak Ganda Dorong Daya Saing

Senin, 21 Januari 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pembebasan pajak ganda atau double tax untuk kebutuhan industri dibutuhkan guna mendorong daya saing produk.

"Industri strategis, misalnya perkapalan, harus dibantu agar tidak ada 'double tax'. Dengan pembebasan pajak berganda, produk kita bisa bersaing dengan produk luar," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Pertanahan Bambang Sujagad saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Menurut Bambang, pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam industri perkapalan, terutama subsektor industri komponen kapal yang dibutuhkan industri galangan kapal, membuat ongkos produksi yang lebih mahal dibandingkan dengan galangan kapal internasional, seperti China dan Korea Selatan.

Karena itu, penghapusan PPN di industri perkapalan dipercaya dapat memangkas ongkos produksi yang diyakini bisa mendorong daya saing galangan kapal nasional.

"Kalau dibebaskan PPN bisa bersaing dengan produk luar seperti dari Singapura, Korea atau China," terangnya.

Bambang juga menjelaskan, sejatinya pembebasan bea masuk impor barang modal sudah cukup membantu industri. Hanya saja, diakuinya bea masuk yang ditanggung pemerintah masih belum cukup membantu daya saing produk.

"Bea masuk ditanggung pemerintah itu sebenarnya sangat membantu sekali, tetapi hanya membantu di modal, di produknya belum," katanya.

Aturan pajak yang kompetitif seperti sekarang ini, lanjut Bambang, dikhawatirkan bisa terus menurunkan daya saing produk dalam negeri yang selanjutnya bisa meningkatkan impor.

Pemerintah juga dinilainya harus membenahi biaya-biaya yang tidak penting seperti pungutan liar yang ditarik dari pengusaha. Dengan kondisi demikian, Bambang mengaku produk Indonesia akan terus sulit meningkatkan daya saingnya. Padahal, daya saing produk akan sangat berdampak pada investasi yang akan ditanamkan di tanah air. (ANTARA)

Dibaca : 720 kali
Baru dibaca Terpopuler