Minggu, 27 Mei 2018 | 20:43 WIB

Ekspor Membaik Kuartal II 2013

Selasa, 08 Januari 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Ekonom Lana Soelistianingsih memperkirakan ekspor nasional akan membaik pada kuartal II 2013 didorong oleh adanya indikasi pemulihan ekonomi Amerika Serikat dan China.


"Ada indikasi kuat bahwa ekspor akan membaik, harga komoditas primer kemungkinan naik terutama di kuartal II 2013. Sementara awal tahun harga komoditas dari sektor domestik yang akan naik," kata Lana saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, indikasi pemulihan ekonomi global sudah mulai terlihat sejak akhir tahun lalu. Sejak November 2012, harga sejumlah komoditas primer Indonesia telah mengalami kenaikan meskipun nilainya kecil.

Potensi kenaikan harga komoditas ekspor, lanjutnya, juga terlihat dari geliat industri manufaktur di AS dan China.

"Sudah mulai ada tanda-tanda (pemulihan), di China manufaktur tumbuh di luar perkiraan, sedangkan di AS data-data manufakturnya juga membaik," ujarnya.

Lana menuturkan pemulihan di dua kawasan, yakni AS dan China, merupakan faktor penentu akan kenaikan harga komoditas dunia sehingga dengan adanya indikasi pemulihan ekonomi di dua kawasan itu bisa menjadi indikator penentu kinerja ekspor nasional.

Meski ada indikasi pemulihan ekonomi, dia mengingatkan bahwa risiko ketidakpastian masih cukup tinggi. Terlebih, AS masih harus menghadapi risiko utang tinggi sehingga dikhawatirkan harga komoditas ekspor belum akan merangkak naik.

"Februari ini AS masih harus memutuskan batas utang, jika ada kenaikan batas utang risiko krisis utang di sana akan semakin berkurang yang artinya harga komoditas bisa naik," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam. Menurut Latif, meski ada perbaikan ekonomi global di semua kawasan pada tahun ini, isu jurang fiskal yang dihadapi AS masih belum dapat diselesaikan.

"Ketidakpastian AS masih tinggi. Harga komoditas ekspor kemungkinan bisa naik, tetapi mungkin hanya untuk sementara," tegasnya.

Ekspor Indonesia sepanjang 2012 diperkirakan akan mencapai 190 miliar dolar AS, turun enam persen jika dibandingkan dengan 2011 yang tercatat 203,6 miliar dolar AS.

Hingga November 2012 total ekspor Indonesia telah mencapai 174,8 miliar dolar atau turun 6,3 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

Ekspor non-migas naik 8,4 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau senilai 13,7 miliar dolar AS dan naik 0,1 persen jika dibanding tahun lalu.

Untuk ekspor non-migas, senilai 2,7 miliar dolar atau naik 2,2 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya, namun turun sebesar 23,1 persen dari tahun lalu. (ANTARA)

Dibaca : 781 kali
Baru dibaca Terpopuler