Kamis, 24 Mei 2018 | 16:49 WIB

Enam Komoditas Picu Inflasi April 0,21 Persen

Selasa, 01 Mei 2012 / macro / st05

 

Pialang News – Inflasi pada April 2012 tercatat 0,21 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 0,07 persen. Inflasi dipicu oleh kenaikan harga enam komoditas.

Diantaranya, bawang putih, cabai rawit, gula pasir, rokok kretek filter, bawang merah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di kantornya, Selasa (1/5/12) mengatakan, inflasi tertinggi disumbang dari makanan, minuman, rokok tembakau sebesar 0,62 persen.

Sedangkan sandang menyumbang deflasi 0,46 persen. Untuk perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar menyumbang inflasi 0,24 persen, bahan makanan 0,12 persen

Besaran inflasi year on year (yoy) di April 2012 mencapai 4,5 persen. Sementara inflasi di Januari-April 2012 mencapai 1,09 persen

Dari 66 kota, sebanyak 52 kota mengalami inflasi, dan 14 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,76 persen, disusul Manado sebesar 1,63 persen. Sementara inflasi terendah di Bengkulu 0,03 persen. Untuk deflasi tertinggi di Tarakan 0,51 persen, Kupang 0,3 persen 

Deflasi dipicu karena harga emas dan perhiasan menurun. Emas dan perhiasan terjadi penurunan di 58 kota antara lain Sorong turun 4 persen, Cilegon 2 persen. 

"Beras masih deflasi karena suplai banyak, panen berlangsung, terjadi di 45 kota ada di Tasikmalaya, Kediri, Bima, turun 5 persen, sementara itu Padang Sidempuan, Sukabumi turun 4 persen," katanya.

Deflasi juga disumbang oleh telur ayam ras, karena stok cukup terjadi di 58 kota , penurunan tertinggi terjadi di Palopo 13 persen. Sementara itu daging ayam ras mengalami penurunan terjadi di 41 kota tertinggi di Pontianak 14 persen dan Probolinggo 13 persen.

Dibaca : 361 kali
Baru dibaca Terpopuler