Kamis, 24 Mei 2018 | 16:37 WIB

Riset 11 Desember 2012

Selasa, 11 Desember 2012 / rumor's / berbagai sumber

Naiknya harga metal telah berkontribusi pada penguatan bursa global kemarin yang juga direspon positif oleh saham terkait di IDX seperti INCO dan TINS. Sentimen positif dari China sejak laporan kenaikan output industrial-nya semoga tidak surut oleh laporan terbarunya soal penurunan kinerja ekspor.

GGRM yang dalam pantauan kami akhirnya berhasil breakout double bottom neckline di 54800. Tugas GGRM selanjutnya adalah bergerak menuju garis longterm downtrend di +/- 60500. Tugas tersebut seharusnya tidak sulit karena konsensus analis atas GGRM diuntungkan oleh kenaikan UMP/UMK.

Kemarin kami menghadiri seminar outlook 2013 di BEI yang disampaikan oleh Pande Radja Silalahi dan Destry Damayanti. Intisarinya, ekonomi tidak seburuk yang dibayangkan namun kondisinya tetap akan berat. Isu defisit trade balance akan berlanjut, namun domestik demand akan tetap kuat. Aset perbankan akan terus tumbuh dan makin sehat, BI rate tidak berubah meskipun inflasi cenderung naik menjadi 5-5,5%.

• BMRI 7950 Buy, Target 8450, Stop Loss 7850.
:::Ini adalah contoh domestic player yang kami yakini memiliki daya resiliensi tinggi terhadap pelemahan ekonomi global. Tidak diragukan lagi, pengalaman telah membuktikan. Foreigners memang masih di sisi jual namun saham selalu begitu.

Dengan gravestone pada candlestick dan goldencross di stochastic dari area fully oversold, BMRI pantas dicoba. Major support sebenarnya ada di 7650, namun pasang pengaman di 7850 untuk nyamannya.

• CMNP 2050 Buy, Target 2175-2225, Stop Loss 1990.
:::Menteri PU Djokir mengatakan belum memperoleh pernyataan resmi dari Jokowi soal penundaan atau bahkan pembatalan proyek 6 ruas tol dalam kota. Namun andaikan pembatalan tersebut benar adanya, itu bukan berarti akhir dari riwayat CMNP. Infrastruktur tetap akan jadi tema besar investasi di 2013.

(By : Krishna DS)

Tuesday (11/12) Early BIRD Fundamental Perspective (Edwin Sebayang-MNC Securities)

Bursa Indonesia ES perkirakan berpeluang melanjutkan kenaikannya Selasa dalam kisaran sempit ditengah penguatan tipis Dow & perkiraan akan adanya Window Dressing atas saham-saham yang telah jatuh tajam selama 1 tahun ini untuk memperbaiki kinerja Laporan Keuangan diakhir tahun 2012.

Dow Jones kembali membukukan kenaikan tipis +14.75 poin (+0.11%)diiringi kenaikan tipis The Vix sebesar 0.94% ditutup pada level 16.05 dlm perdagangan yg sepi & sempit ditengah absentnya data ekonomi berat AS yang direlease Senin & rencana pengunduran diri tiba-tiba PM Italy, Mario Monty setelah APBN 2013 Italy disetujui sbg dampak ditariknya dukungan Silvio Berlusconi atas partai yg berkuasa saat ini dimana pengunduran diri Mario Monty menjadi pukulan telak bagi Zona Euro kedepannya. Rencana pengunduran diri PM Monty tsb langsung direspons negatif market dengan naiknya spread yield obligasi 10 tahun Italy & Jerman menjadi 362 basis poin dari sebelumnya 325 basis di akhir Jumat lalu serta tajamnya kejatuhan Index Saham Blue Chips Milan sebesar -3%, dengan kejatuhan tajam terjadi atas saham Sektor Perbankan.

Siapapun PM Italy nanti akan langsung diperhadapkan dengan data ekonomi yg buruk yang direlease Senin (10/12) dimana GDP Q3/2012 Italy terkontraksi -2.4% dan data Industrial Production bln Oktober turun -1.1%.

DOW 13169.88 +0.11%
NAS 2986.96 +0.3%
S&P 1418.55 +0.03%
OIL 85.7 -0.26%
GOLD 1713 +0.44%
NICKEL.17775.+3.19%
TIN.21775. Unch
CPO.2125. +0.47%
TLK.37.74  (Rp.9080)
IIT.31.64 (Rp.6090)
VIX.16.05 +0.94%
Bumi PLC: GBp 269.5 (-2.14%)
IDR 9625

Tuesday IDX Range: 4282-4320

BUY: BAJA, BBCA, ADHI, INDF, ASII, TLKM, GGRM, PGAS, INTP, PTPP, INCO (ES-MNC Sec/Disc On)

"Have A Splendid Tuesday & GBU All"

 

Market Research - First Asia Capital (PC) 11/12/2012

* Pergerakan IHSG kemarin cenderung bervariasi dalam rentang 38 poin dan berhasil ditutup di atas level penting 4300 yakni 4302,609 atau menguat tipis 11,813 poin. Pelaku pasar lebih banyak wait and see sebagaimana terlihat dari nilai transaksi di Pasar Reguler yang hanya Rp.3,72 triliun turun dibandingkan rata-rata harian pekan kemarin yang mencapai Rp.4,34 triliun. Asing kembali melakukan penjualan bersih hingga Rp.239,43 miliar, melanjutkan net selling pekan kemarin yang mencapai Rp.1,30 triliun.
* Penguatan indeks kemarin seiring dengan penguatan yang terjadi di bursa kawasan Asia menyusul data ekonomi China yang keluar seperti pertumbuhan produksi industri dan penjualan ritel November lalu diatas estimasi sebelumnya. Sejumlah saham yang menjadi penopang penguatan indeks adalah BBCA dan TLKM. Sementara saham sektoral properti dan semen terlihat melemah dipicu pelemahan rupiah atas dolar AS yang kemarin sempat mencapai Rp.9700/US dolar.
* Dari pasar saham global, tadi malam indeks DJIA dan S&P di Wall Street menguat tipis masing-masing 0,11% dan 0,03% di 13169,88 dan 1418,55. Penguatan terutama dipicu saham-saham berbasiskan teknologi. Pelaku pasar masih menantikan perkembangan pembicaraan penyelesaian fiskal di AS.
* Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG masih bervariasi dengan kecenderungan penguatan terbatas. Minimnya insentif positif dan kekhawatiran pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS akan membatasi ruang penguatan. IHSG akan bergerak dengan resisten di 4320 dan support di 4280.   

IHSG : S1 4280  S2 4260  R1 4320 R2 4360

Saham Pilihan

UNTR 16650-17450 TB, SL 16500
BMRI 7850-8250 BoW, SL 7800
GJTL 2250-2425 Buy, SL 2200
INDF 5850-6150 TB, SL 5800
INAF 300-340 TB, SL 295
TLKM 9150-9450 TB, SL 9100
MDLN 490-540 Buy, SL 485
BSDE 1220-1290 Buy, SL 1190
IATA 230-295 TB, SL 225
PTRO 1080-1190 TB, SL 1070

Disclaimer On
First Asia Research

 

DWAC Online Trading System -D'COINS

DJIA ditutup naik tipis 14,7 poin (0,11%). Belum ada perkembangan yang fundamental dari sisi ekonomi, selain isu-isu emiten. Isu fundamental fiscal cliff, diperkirakan menjadi faktor yang dinanti investor. Dow Jones Future pagi ini turun 25 poin. Sementara Kurs US$/Rupiah pada posisi Rp. 9.633 (versi Bloomberg).  Level support harian IHSG berada pada  4.262 dan resisten 4.326. Sell on strength.


Beberapa pilihan saham versi DWAC Online Trading System -D'COINS, antara lain;

1. MNCN; harga akan meneruskan kenaikannya, jika melewati Rp. 2.700. Level support Rp 2.650; 2.525. Resisten Rp. 2.775; 2.850. Buy on weakness.

2. KAEF;  trend masih naik jangka menengah mengarah ke Rp. 800an.  Level Support Rp 700; 670. Resisten Rp. 730; 760. Buy on weakness

3. PTPP; Trend mencoba naik menuju Rp. 1.000, jika berhasil lewati Rp. 950. Level  Support Rp 900; 880 Resisten Rp 950, 980. Buy  on weakness

4. DKFT; Trend harga naik, mengarah ke Rp. 500an.  Level support Rp 425; 410. Resisten Rp 460; 480. Buy on weakness

5. PTRO: trend mencoba  naik, jika harga melewati Rp. 1.220. Level Support Rp 1.090; 1.070 Resisten Rp 1.180; 1.220. Buy on weakness

6. AISA; Support Rp 1.140; 1.010. Resisten Rp 1.200; 1.230.  Buy on weakness.

7. IATA;  Support Rp 240; 225. Resisten Rp 275; 300.  Buy  on weakness.

Saham-saham pilihan lainnya antara lain, INAF,  BMTR, WIKA, MBSS, MAIN, PNLF,  BIPI,  KIjA, KDSI, DILD dan DART.

(JP - Disclaimer On)

Dibaca : 753 kali
Baru dibaca Terpopuler