Kamis, 21 Juni 2018 | 15:02 WIB

KKP Kolaborasi Perikanan Dengan Organisasi Pangan PBB

Selasa, 28 Mei 2013 / world / antara

Jakarta, investorpialang.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi untuk meningkatkan sektor kelautan dan perikanan dengan FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) untuk sejumlah proyek di Tanah Air.

"Program dan aktivitas yang dilakukan dalam kerja sama KKP-FAO tidak hanya berupa proyek-proyek yang secara langsung diimplementasikan pada tataran teknis, namun juga berbagai kegiatan yang bersifat pengembangan kapasitas, kursus singkat dan pertukaran informasi di bidang kelautan dan perikanan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Senin.

Sharif memaparkan, beberapa proyek telah diselesaikan pada kurun waktu 2007-2011. Sedangkan untuk 2013, kerja sama dengan FAO diperluas dengan melibatkan semua unit eselon I yang ada di KKP.

Ia juga menuturkan, beberapa program kerja sama KKP-FAO yang dimulai pada tahun 2012 dan hingga kini masih berjalan antara lain program "The Bay of Bengal Large Marine Ecosystem Project" (BOBLME).

"Program yang masuk agenda tahun 2012-2014 ini bertujuan untuk menyusun rencana aksi strategis perlindungan ekosistem dan pengelolaan sumber daya perikanan Teluk Benggala secara berkelanjutan dalam meningkatkan keamanan pangan dan mata pencaharian masyarakat pesisir," katanya.

Sharif mencontohkan, program lain yang masih berjalan adalah "Strategies for Trawl Fisheries by Catch Management" yang merupakan proyek terkait pengurangan tangkapan dan dampak penggunaan pukat ikan.

Menurut dia, kerjasama KKP-FAO juga langsung bersentuhan dengan kepentingan para nelayan seperti program "Regional Fisheries Livelihoods Programmefor South and Southeast Asia" tahun 2009-2013.

Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan, kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat nelayan skala kecil dan lembaga pendukung di Kamboja, Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Timor-Leste dan Vietnam.

"Di Indonesia, program Regional Fisheries Livelihoods Programme ini di implementasikan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sudah memasuki tahap akhir," katanya.

Sharif menjelaskan, usulan-usulan yang dibahas dan dikonsultasikan bersama terdapat sembilan aktivitas perikanan yang direncanakan untuk tahun 2013.

Sembilan aktivitas pada 2013 antara lain lokakarya tentang Tuna, serta lokakarya tentang Bahan Bakar Bagi Nelayan Skala Kecil pada bulan Mei 2013.

Sedangkan pada Juni 2013, KKP-FAO akan menyelenggarakan "The Indian Ocean and Pacific Conference" (IOPAC) yang akan diselenggarakan di Bali.

"Pada bulan Agustus, KKP-FAO menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Perikanan Laut untuk negara-negara anggota FAO yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan Agustus 2013," katanya.

Dibaca : 395 kali
Baru dibaca Terpopuler