Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:44 WIB

Finan Corpindo Nusa Terus Cari Investor Strategis

Kamis, 26 April 2012 / market / st02
Finan Corpindo Nusa Terus Cari Investor Strategis
Terkait :

 

Pialang News - PT Finan Corpindo Nusa Securities menemui Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Kabarnya perseroan menjelaskan kepada regulator terkait kejelasan bisnis usahanya di masa depan yang fokus mencari investor strategis untuk memperkuat permodalan. 
 
Direktur Utama Finan Securities, Edwin Sinaga saat ditemui wartawan di Bapepam-LK enggan mengatakan hasil pertemuan antara dirinya dengan biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK. Namun diduga Edwin menjelaskan perihal penambahan modal yang harus dilakukan Finan Securities untuk memperkuat Modal Kerja Bersih Disesuaikannya (MKBD). 
 
"Untuk penambahan modal sampai dengan saat ini belum ada kepastian untuk menambah modal. Memang ada pembicaraan dengan beberapa calon investor strategis (strategic partner) namun belum ada yang menyatakan minat secara resmi," jelas Edwin, Kamis (26/4). 
 
Posisi nilai MKBD Finan Securities pasca pemberlakuan aturan perhitungan baru MKBD Bapepam-LK pada awal Februari 2012 terus menurun. Jika pada Maret lalu posisi MKBD Finan Securities masih Rp 1,27 miliar maka pada April 2012 posisi MKBD-nya hanya tinggal Rp569,32 juta. 
 
Padahal aturan V.D.5. menyatakan, batas minimal setoran MKBD bagi perusahaan yang menjalankan izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) adalah Rp25 miliar ditambah beberapa faktor pengurang MKBD. Oleh karena itu, Edwin mengatakan keberadaan strategic partner dinilai penting dan mendesak. 
 
"Dana yang diperlukan untuk menjalankan kembali bisnis kami mungkin sekitar US$ 10 juta per tahap awal dan US$ 10 juta lagi agar permodalan perseroan menjadi lebih stabil," ungkapnya. 
 
Meski demikian, Edwin berusaha agar investor strategis yang akan masuk adalah yang punya visi yang panjang dengan perkembangan pasar modal Indonesia, khususnya pengembangan investor domestik. Saat ini beberapa nasabah yang dimiliki Finan Securities sudah dipindahkan ke sekuritas lain sesuai keinginan dari masing-masing nasabahnya. 
 
"Kami memang masih memegang beberapa nasabah. Namun yang menjadi pertanyaan adalah ketika sanksi pemberhentian izin bertransaksi (suspend) kami dicabut, belum tentu nasabah yang sudah pindah ke sekuritas lain akan kembali menjadi nasabah Finan Securities," keluh Edwin. 
 
Hal inilah yang menurut Edwin menjadi tantangan lain dari calon investor strategis. Edwin juga mengharapkan yang menjadi investor strategis adalah perusahaan efek asing yang berniat menjadi anggota bursa di Indonesia. 
 
MKBD Turun
 
Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK, Yunita Linda Sari, pernah mengatakan implementasi dari aturan V.D.5. Bapepam-LK tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan yang di dalamnya membuat perbedaan perhitungan pelaporan MKBD baru memang mengakibatkan penurunan terhadap MKBD perusahaan efek. Penurunan tersebut terjadi karena aturan V.D.5. bersifat menyesuaikan dengan kondisi yang dinilai lebih riil. 
 
“Wajar (MKBD) turun, salah satu yang paling membuat turun adalah portofolio efek yang sekarang sudah disesuaikan,” kata Yunita. 
 
Sebelumnya, Lily Widjaja, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek, juga mengatakan perbedaan konsentrasi kepemilikan portofolio anggota bursa membuat perbedaan haircut yang berdampak terhadap perhitungan modal bersih yang dimiliki setiap broker. Jika anggota bursa memiliki faktor kewajiban (ranking liabilities) yang cukup tinggi, maka modal bersih perusahaan efek yang bersangkutan akan turun hingga di bawah nilai minimum. 
 
“Inilah yang menyebabkan beberapa anggota bursa yang melaporkan modal bersih kepada PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia nilainya mengalami penurunan. Walaupun ada juga sedikit anggota bursa yang justru mengalami kenaikan modal bersih, semua hanya karena perbedaan formula perhitungan terhadap portofolio yang dimilikinya,” kata Lily. 
 
Haircut adalah faktor pengurang nilai pasar wajar efek, besaran persentase pemotongannya disesuaikan dengan risiko berdasarkan kinerja fundamental. Adapun ranking liabilities adalah sejumlah kewajiban kontinjensi dan kewajiban off balance sheet yang akan ditambahkan pada liabilitas sebagai faktor risiko dalam penghitungan modal bersih yang nilainya ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu.
 
Semakin banyak faktor pengurang yang dimiliki setiap broker di dalam portofolio efeknya, maka semakin besar pengurangan nilai modal bersih. Perhitungan modal bersih sendiri berdasarkan neraca laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan efek kepada lembaga penyelenggara pasar modal (self regulatory organization) setiap harinya. Oleh karena itu, perusahaan efek wajib tutup pembukuan setiap hari. 
 
Selama tiga bulan masa uji coba sejak November 2011–Januari 2012, anggota bursa sudah mulai merapikan portofolio efek yang dimilikinya. "Mungkin ada beberapa anggota bursa memiliki modal bersih yang negatif karena penyesuaian dengan tata cara perhitungan baru," kata Lily. 
 
Namun, setelah aturan V.D.5. tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan diterapkan Februari 2012, modal bersih anggota bursa sudah kembali membaik walaupun mengalami penurunan, sehingga transaksi di bursa tidak terganggu. 
Dibaca : 942 kali
Baru dibaca Terpopuler