Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:44 WIB

Investor Asing Sulit Serap Saham IPO

Selasa, 08 Mei 2012 / market / st02

 

Pialang News, Jakarta - Sentimen pasar yang cenderung sepi transaksi membuat calon emiten berkapitalisasi besar enggan untuk melepas sebagian sahamnya kepada publik (initial public offering) di tahun ini. Sulitnya mencari investor yang tertarik  menyerap saham IPO yang ditawarkan menjadi alasannya. 

Direktur Utama Danareksa Sekuritas, Marciano Herman, mengatakan aksi korporasi lain seperti penawaran saham baru (rights issue) ataupun obligasi lebih mudah diserap investor. Pasalnya demand dari investor untuk rights issue dan obligasi cenderung lebih banyak ketimbang IPO. 

"Sebagai contoh, jika emiten menggelar rights issue kan sahamnya ditawarkan ke pemegang saham lamanya. Alhasil investornya juga lebih pasti. Pemegang saham existing juga lebih mudah menyerap saham baru yang ditawarkan karena sudah mengenal kinerja perusahaannya," jelas Marciano. 

Sedangkan untuk penawaran obligasi, permintaan dan daya serap investor domestik terus terjaga setiap tahunnya, khususnya dari asuransi dan dana pensiun yang membutuhkan tempat investasi portofolio untuk menyalurkan dana nasabahnya selain ke deposito.

Berbeda halnya dengan IPO, dimana saham yang ditawarkan adalah saham baru dan investornya juga merupakan investor baru yang belum terlalu mengenal perusahaannya. 

"Terlebih jika IPO ditawarkan berkapitalisasi besar dan akan ditawarkan oleh investor asing. Dengan kondisi perekonomian global yang tengah fluktuatif seperti saat ini maka sulit untuk mengajak investor asing menyerap saham IPO yang ditawarkan oleh calon emiten asal Indonesia," jelas Marciano. 

Alhasil, momentum IPO di 2012 kemungkinan hanya diramaikan oleh perusahaan berkapitalisasi menengah. Apalagi jika di tahun ini perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan privatisasi tidak banyak, maka kemungkinan nilai emisi emiten baru di tahun ini sulit melampaui realisasi di sepanjang 2011. 

“Secara jumlah, target 25 emiten baru yang dicanangkan Bursa kemungkinan besar kembali tercapai di tahun ini. Namun secara total nilai emisi, jika BUMN yang melakukan IPO di tahun ini tidak banyak, total nilai emisi IPO emiten baru di tahun ini sulit melampaui realisasi total emisi di sepanjang 2011,” tambahnya. 

Danareksa sendiri mengaku tengah menunggu realisasi dari janji Kementerian BUMN yang berencana mendorong lima perusahaan BUMN untuk melakukan IPO di tahun ini. Meski demikian, Marciano mengaku sudah menerima mandat dari tiga perusahaan swasta untuk menjadi penjamin emisi pelaksanaan IPO di semester kedua 2012. 

“Sektornya dari energi dan barang konsumsi, untuk detailnya belum dapat dikatakan sekarang karena sedang diproses,” tambah Marciano. 

 

Dibaca : 841 kali
Baru dibaca Terpopuler