Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:56 WIB

Pan Brothers Investasi US$ 21 Juta

Rabu, 28 Maret 2012 / market / cr01
Pan Brothers Investasi US$ 21 Juta
Terkait :

Pialang News - Produsen manufaktur disektor garmen, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) memperkirakan kebutuhan finansial perseroan untuk mendukung peningkatan produksi sampai dua tahun ke depan mencapai sekitar US$ 21 juta.

Menurut Wakil Direktur Utama PBRX, Anne Patricia Sutanto, dana tersebut digunakan untuk penambahan kapasitas dengan membangun pabrik baru di Boyolali dan peremajaan mesin-mesin yang sudah ada.

“Untuk pembangunan dua pabrik kan sedang dilaksanakan, bahkan satu pabrik akan rampung pembangunannya pada April ini dan satunya sekitar bulan Juni dengan investasi sekitar US$10-US$15 juta, sementara untuk peremajaan mesin untuk tiap tahun bisa mencapai US$2-US$3 juta, jadi total nilai investasi untuk penambahan kapasitas sejak tahun lalu hingga dua tahun ke depan sekitar US$21 juta,” katanya saat bincang-bincang dengan wartawan, Selasa (27/3) malam.

Menurutnya, keberadaan pabrik baru dan peremajaan mesin-mesin diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi perseroan hingga 20 persen dari total kapasitas saat ini yang mencapai 42 juta pieces.

Peningkatan kapasitas tersebut sejalan dengan keinginan perseroan untuk masuk ke retail dengan brand baru mereka yang rencananya baru akan dilaunching pada awal semester II 2013.

Sementara terkait dana untuk membiayai peningkatan kapasitas tersebut, Anne menambahkan, pihaknya masih mengandalkan pembiayaan dari kas internal.

“Jika harus mengambil dari eksternal, kami juga lebih memilih untuk mencari pinjaman ke perbankan, meski kami juga perlu berbicara kepada pihak perbankan pasalnya selama ini fasilitas yang ada adalah untuk working capital yang jangka pendek, sementara sejalan dengan lini bisnis baru kami di retail, kami berharap  fasilitas pinjaman dapat dibuat untuk lebih long term,”ujarnya.

Lebih lanjut, opsi pinjaman yang lebih dipilih juga sejalan dengan fasilitas pinjaman yang dimiliki oleh perseroan yang cukup besar mencapai US$ 130 juta.

“Saat ini fasilitas tersebut (pinjaman)baru terpakai 30-40 persen, debt equity dibawah 1 persen sehingga pendanaan dari pasar modal seperti rights issue tidak perlu karena debt equity cukup sehat sehingga tidak perlu cari dana dari pemegang saham,” paparnya.

Anne menuturkan, jika opsi pencarian dari pasar modal terpaksa diambil, perseroan masih memiliki pilihan untuk melakukan excersize waran yang nilai maksimum mencapai US$ 15 juta.

Perseroan merupakan salah satu pelaku utama industri garmen nasional yang 100 persen penjualannya ke pasar ekspor.

Saat ini pihak perusahaan mengklaim telah terdaftar sebagai penyuplai utama bagi berbagai brand internasional, seperti Calvin Klein, New York & Co, Perry Ellis, Marks & Spencer sampai produk pakaian olahraga semacam Nike, Adidas, The North Face sampai Salomon.

 

 

 

Dibaca : 653 kali
Baru dibaca Terpopuler