Minggu, 22 April 2018 | 11:37 WIB

Garuda Kaji "Right Issue" 10 Persen 2013

Rabu, 20 Februari 2013 / market / antara

OTDANEWS.COM, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk mengkaji rencana penawaran saham baru atau "right issue" hingga 10 persen untuk memenuhi belanja modal yang dianggarkan 200-400 juta dolar AS pada 2013.

"Right issue, bagian dari tiga Garuda dalam belanja modal (capital expenditure/capex) selain pinjaman bank dan menerbitkan obligasi," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di Jakarta, Selasa.

Menurut Emirsyah, Garuda saat penjualan saham perdana kepada publik (IPO) 2011, perusahaan melepas 30 persen, sesuai izin pemegang saham masih tersisa sekitar 10 persen.

"Dua tahun lalu sudah dilepas 30 persen. Selebihnya atau 10 persen disiapkan untuk 'right issue', katanya.

Menurut catatan, saat IPO pada 2011 perusahaan penerbangan plat merah ini meraup dana sekitar Rp3,3 triliun, sebesar Rp3,01 triliun di antaranya untuk penambahan armada berkelanjutan, dan selebihnya untuk pengembangan layanan usaha.

Meski demikian, Emirsyah tidak merinci lebih detil soal aksi korporasi tersebut, karena masih dalam tahap perencanaan.

Selain right issue, Garuda juga melirik kemungkinan menerbitkan obligasi senilai 200 juta dolar AS yang diproyeksikan pada semester I 2013.

"Kami sedang mencari underwriter (penjamin emisi), kemungkinan dari perusahaan sekuritas BUMN," ujarnya.

Surat utang tersebut, direncanakan diterbitkan dalam denominasi dolar AS dan rupiah, yakni masing setara 100 juta dollar AS.

Kinerja Operasional Pada 2015, Garuda Indonesia menargetkan penambahan pesawat hingga 194 dengan rincian 144 pesawat Garuda dan 50 Citilink.

Sebelumnya, perusahaan investasi Citi Indonesia memberikan fasilitas kredit sindikasi kepada?Garuda Indonesia sebagai upaya pengembangan rencana Garuda.

Pemberian fasilitas tersebut semula hanya bernilai 75 juta dollar AS menjadi senilai 120 juta dollar AS dengaan jangkaa waktu dua tahun.

Terkait dengan rencana IPO dari anak usaha, Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, Emirsyah menuturkan, belum dilaporkan ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) selaku kuasa pemegang saham.

Menurut informasi, Garuda menggunakan Mandiri Sekuritas untuk menangani rencana IPO GMF tersebut.

Secara terpisah, EVP Corporate Communication Mandiri Sekuritas Febriati Nadira mengakui perseroan tengah melakukan kajian lanjutan untuk GMF.

"Memang pekerjaan yang kemarin sudah selesai. Sekarang sedang dilanjutkan kembali," kata Nadira.

Dibaca : 676 kali
Baru dibaca Terpopuler