Kamis, 21 Juni 2018 | 15:08 WIB

IPO Akan Marak Pada Kuartal Kedua 2012

Selasa, 10 April 2012 / market / st06

 

Pialang News - Penawaran umum saham perdana pada kuartal kedua dan awal kuartal ketiga diperkirakan marak. Hal itu didorong ada lima calon emiten yang memasukkan dokumen proses penawaran umum saham perdana ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah dokumen penawaran umum saham perdana dari beberapa calon emiten. Adapun dokumen penawaran umum saham perdana yang diterima antara lain PT Toba Bara yang akan melepas 20% saham ke publik. Salah satu penjamin emisi efeknya PT Mandiri Sekuritas."Kami telah menerima dokumen penawaran umum saham perdana Toba Harum pada Kamis kemarin," ujar Eddy, Selasa (10/4/2012).
 
Selain itu, PT Global Teleshop akan melepas 20% saham ke publik. Yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Equator Securities dan PT Lautandhana Securities.
 
"PT Global Teleshop memakai buku Desember 2011 untuk melakukan penawaran umum saham perdana. Dana penawaran umum saham perdananya untuk ekspansi usaha," kata Direktur PT Equator Securities David Agus.
 
Kobexindo Tractors juga akan melepas 30% saham ke publik. Yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Valbury Securities. Selain itu, PT Asuransi Mitraparya akan melepas 30% saham ke publik. Di mana yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Kresna Graha Securindo. PT MNC Sky Vision akan melepas 20% saham ke publik. Salah satu penjamin emisi efeknya yaitu PT MNC Securities.
 
Eddy menuturkan, pencatatan saham perdana dari kelima calon emiten tersebut tergantung proses penawaran umum saham perdana."Bila mereka masukkan pada April maka akhir Juni atau awal Juli bisa listing," kata Eddy.
 
BEI juga telah memberikan kontrak pendahuluan kepada Trisula International yang akan melepas 30% saham ke publik dan PT Supra Boga Lestari."Kami sudah berikan kontrak pendahuluan kepada Trisula dan Supra Boga Lestari," tutur Eddy.
Dibaca : 451 kali
Baru dibaca Terpopuler