Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:45 WIB

Investasi Dorong Kenaikan Harga Saham di Indonesia

Kamis, 30 Mei 2013 / market / antara

Jakarta, investorpialang.com - Lembaga konsultan internasional Center for Economics and Business Research menyatakan derasnya laju investasi mengakibatkan terdongkraknya harga saham di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

"Bursa saham di ASEAN berhasil memicu pergerakan investasi sehingga harga saham pun melangit," kata Kepala Makroekonomi CER Charles Davis dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut Charles Davis, pertumbuhan yang tinggi di beberapa negara seperti Indonesia dan Filipina dikhawatirkan tidak bersifat berkelanjutan sehingga berpotensi terjadi gelembung ("bubble").

Laporan CEBR yang digagas ICAEW (Institute of Chartered Accountants in England and Wales) menunjukkan bahwa banyak investor asing mengalirkan dananya ke pasar saham ASEAN untuk imbal hasil yang menjanjikan, Hal tersebut juga berdampak kepada mendongkraknya harga saham Indonesia sebesar hampir 20 persen dalam kurun waktu 12 bulan sampai dengan Maret 2013.

Namun, ujar Charles Davis, hasil studi tersebut menunjukkan bahwa meningkatnya harga saham saat ini masih bisa mengalami perubahan.

Ia memaparkan, kondisi investasi pasar yang menguat juga selaras dengan meningkatnya kemampuan perusahaan dan rumah tangga untuk mendapatkan nilai utang yang lebih tinggi.

Meskipun rasio utang terhadap penghasilan mengalami penurunan hingga tahun 2010, namun proyeksi positif telah mendorong sektor swasta untuk meningkatkan nilai pinjaman yang dikeluarkan, yang saat ini berada di kisaran 120-130 persen untuk Singapura, Thailand dan Malaysia.

Secara keseluruhan, proyeksi pertumbuhan untuk Indonesia dan ASEAN adalah baik.

"Namun pengambilan keputusan harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan bahwa pertumbuhan kredit dan arus investasi yang masuk ditujukan untuk sesuatu yang menghasilkan dan bukan potensi gelembung," katanya.

Dibaca : 674 kali
Baru dibaca Terpopuler