Minggu, 22 April 2018 | 11:36 WIB

Zona Satu Waktu Bisa Bikin Jam Trading Maju Lebih Cepat

Rabu, 28 Maret 2012 / market / cr02

 

Pialang News - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan tetap memajukan jam perdagangan 30 menit dengan atau tanpa realisasi dari wacana pemerintah menggabungkan tiga zona waktu pemerintah. Bila wacana itu jadi diterapkan, waktu perdagangan bursa Indonesia tetap akan lebih cepat dibandingkan bursa regional.

"Jika zona waktu tidak jadi terealisasi, maka penambahan jam perdagangan yang kami lakukan membuat jam perdagangan bursa domestik jadi lebih cepat dibandingkan bursa regional," ujar Direktur Teknologi Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Adikin Basirun di Jakarta, Selasa (27/3/2012).

Adikin mengatakan rencana penambahan sudah masuk rencana untuk memberikan waktu 15 menit di akhir perdagangan dengan tujuan menentukan harga saham jelang penutupan perdagangan (pre closing) dan meneruskan transaksi nasabah yang masuk ketika periode pre-closing (post trading). 

Saat ini dokumen perizinan rencana BEI tersebut sedang ditelaah oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk ditindaklanjuti. Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan pihaknya akan mengkaji ulang skema perubahan jam perdagangan jika pemerintah menerapkan penyeragaman zona waktu yang selama ini terdiri dari tiga zona menjadi satu zona waktu. 

“Mengenai rencana Bursa memajukan jam perdagangan , BEI mungkin perlu meninjau kembali rencana itu apabila pemerintah menyatukan zona waktu Indonesia,” kata Ito.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan berencana menyatukan tiga zona waktu Indonesia yang terdiri WIB, WITA, dan WIT menjadi satu zona waktu yakni GMT+8 untuk membuat jam kerja warga Indonesia lebih efisien. Penyeragaman waktu tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas nasional.

“Misalnya dalam kondisi sekarang kita buka 9:30, bila pemerintah majukan zona waktu, secara riil kita akan buka jam 8:30 atau seragam dengan bursa Malaysia dan Singapura. Sedangkan kita akan majukan dan pemerintah akan majukan. Tentunya kita perlu diskusi yang lebih dalam,” jelas Ito.

Di sisi lain, Ito berpendapat pemerintah perlu mengkaji ulang rencana penyatuan zona waktu. Menurut dia, Indonesia terlalu lebar sehingga masih memerlukan zona waktu. Namun, dia mengatakan bursa akan melakukan penyesuaian yang diperlukan bila pemerintah melanjutkan rencana penyatuan zona waktu tersebut.

“BEI kan bagian dari negara Indonesia. Kalau pemerintah menerapkan penyatuan itu, ya kita harus mengikuti,” tegasnya.

Mengenai target pelaksanaan perubahan jam trading yang sebelumnya ditetapkan di semester II, Ito mengatakan belum akan merubah target tersebut. Ketua Bapepam-LK, Nurhaida, juga mengatakan masih mengkaji skema bursa untuk memajukan jam perdagangan.

Dia mengatakan Bapepam belum memperhitungkan rencana pemerintah menyatukan zona waktu Indonesia. “Kita selesaikan dulu pemajuan jam perdagangan. Kita kaji dulu baru bisa komentar,” pungkasnya.

Dibaca : 501 kali