Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:46 WIB

BEI Perketat Syarat Penggunaan Algo Trading

Selasa, 27 Maret 2012 / market / cr03
BEI Perketat Syarat Penggunaan Algo Trading
Terkait :

Pialang News – Rencana peningkatkan syarat-syarat penggunaan sistem transaksi berbasis algoritma (algo trading) bagi anggota bursa terus dikaji oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Pedoman syarat penggunaan sistem transaksi sistem yang disebut sebagai automated ordering ini akan mengatur parameter yang lebih ketat dibandingkan yang telah ada saat ini.

“Peningkatan dari sisi keamanan ini dilakukan agar tidak terjadi distorsi di masa depan,”kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo di Jakarta, senin (26/3).

Menurutnya, pihaknya akan mengatur pengawasan dan kapasitas order yang dimiliki oleh sekuritas.

BEI akan memberikan persyaratan yang harus dilengkapi oleh masing-masing anggota bursa. 

“Saat ini jumlah sekuritas yang telah diizinkan untuk menggunakan sistem automated trading bertambah satu menjadi 19 anggota bursa dari sebelumnya 18 anggota bursa di tahun lalu. Jumlah tersebut berasal dari 58 anggota bursa yang memiliki perizinan transaksi perdagangan secara internet (online trading),”paparnya.

Jika aturan tersebut sudah difinalisasi oleh Bapepam-LK, BEI berencana meminta kepada anggota bursa yang akan mengajukan perizinan sistem automated trading untuk mengikuti parameter yang baru ini.

Sedangkan bagi anggota bursa yang sudah memperoleh perizinan untuk dapat menyesuaikan sistemnya sesuai dengan revisi standar minimal yang telah direvisi BEI.

Sistem algo trading atau automated trading adalah pengunaan program komputer untuk memasukkan pemesanan saham dengan berbasis algoritma.

Sistem ini akan memutuskan waktu, jumlah dan harga saham yang ditransaksikan tanpa intervensi manusia.

Dengan menggunakan algo trading nasabah dapat melakukan pemesanan secara bertahap dan otomatis.

Di satu sisi hal tersebut memang baik untuk efisiensi transaksi, namun di sisi lain jika tidak diimbangi oleh sistem teknologi informasi yang memadai maka dapat mempengaruhi pasar dan terjadi manipulasi transaksi (quote stuffing).

Oleh karena itu, untuk dapat menggunakan sistem tersebut, anggota bursa harus melewati serangkaian uji coba sebelum merealisasikannya.

Perketatan pemberian izin algo trader dilakukan karena di 2010, BEI telah memberikan sanksi peringatan tertulis kepada salah satu sekuritas karena nasabah luar negeri yang dimiliki oleh sekuritas tersebut melakukan order saham berlipat hingga 18 ribu kali.

Namun penyampaian order dengan pola tidak wajar terindikasi karena ketika order jual dilakukan, di saat yang bersamaan juga terjadi pembatalan transaksi secara bertahap.

Dibaca : 459 kali
Baru dibaca Terpopuler