Sabtu, 20 Januari 2018 | 20:09 WIB

Mendobrak Pakem Teknikal dan Fundamental

Mendobrak Pakem Teknikal dan Fundamental
Kamis, 27 September 2012 / market / gema goeyardi ( majalah pialang edisi 14 )
Mendobrak Pakem Teknikal dan Fundamental
Terkait :

 

Industri pasar modal domestik dan produk turunannya berkembang pesat sejak satu dekade terakhir. Sayangnya hal ini belum mampu dimanfaatkan investor untuk meraih gain walaupun pasar saham dalam kondisi bullish. Justru sebaliknya, semakin banyak investor ritel yang gagal terjebak dalam kerugian.
 
Mengapa demikian? Karena sebenarnya apa yang mereka pelajari tak satupun dapat menjawab misteri tentang waktu di masa depan. Rata-rata ilmu yang beredar di pasar saham hanya memfokuskan pada data historis untuk memprediksi masa depan dengan menggunakan indikator-indikator teknikal dan juga beberapa pendekatan fundamental. Data historis memang manis, namun tidak cukup  menghantar investor mencapai kesuksesan berinvestasi terlebih apabila tidak mengetahui tentang market timing.
Ketika analisa teknikal dan fundamental tidak mempan, hadir apa yang disebut Astronacci. TM. Metode trading dan analisa ini pertama kali diciptakan pada akhir 2008. Mengacu ilmu Astrologi kuno dan fibonacci, Astronacci memiliki kemampuan memprediksi “waktu” (tanggal dan jam) dari pergerakan harga dan arah trend saham, mata uang dan komoditi. Dengan mengetahui waktu pergerakan harga di masa depan secara tepat, membuat investor terhindar dari kejatuhan pasar secara tiba-tiba.
Di negara-negara besar seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS), penggunaan ilmu fisika, astronomi, statistik atau matematika telah diaplikasikan secara mendalam di berbagai sektor kehidupan. Sedangkan di Indonesia, beberapa ilmu dipandang sebagai ilmu sekunder. Padahal nenek moyang kita mengarungi samudra dan bercocok tanam selalu mengikuti siklus cuaca. Salah satu ilmu yang belum dieksplorasi lebih jauh adalah ilmu Astronomi.
Merunut sejarah, pada abad XIX, kita mengenal nama legendaris, William Delbert Gann. Trader asal Texas ini pernah mengeruk keuntungan hingga USD56 ribu di pasar saham dengan menggunakan ilmu Financial Astrology, Geometry dan law of vibration.
Bahkan Astro Economic sudah popular di Wall Street sejak tahun 1920-an dan telah dijadikan bahan riset berbagai institusi keuangan asing serta universitas ternama. Sebagai contoh, RBS bank dalam risetnya menggunakan korelasi siklus Moon phase untuk mengukur performance investasi nasabahnya. 
Sementara Michigan University melakukan penelitian “Are investor moon struck?” dengan menggunakan metode statistik untuk membuktikan hipotesis terdapat korelasi antara pergerakan bulan dengan seluruh market di dunia. Orang bertanya-tanya, bagaimana metode analisa saham Astronacci? Metode ini tidak menggunakan data masa lalu untuk memprediksi masa depan. Astronacci memakai data masa depan melalui siklus planet yang terjadi hingga 100 tahun ke depan. Data ini digunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada pergerakan harga di masa depan.

Astronacci menggunakan hukum alam yang terdapat dalam siklus planet, golden number of Fibonacci, law of vibration, geometry dan Elliott Wave untuk menyingkap rahasia masa depan dan menerjemahkannya ke dalam waktu dan analisis harga. Waktu adalah faktor terpenting dalam menentukan pergerakan pasar karena masa depan hanyalah pengulangan dari masa lalu dan setiap gerakan pasar bekerja dalam waktu yang terelasi dengan beberapa siklus waktu sebelumnya. 
Astronacci menggunakan siklus planet dan beberapa peristiwa astrologi untuk memprediksi waktu, sedangkan Elliott Wave bersama Fibonacci adalah paduan untuk menggambar peta harga. Studi mengenai siklus planet akan meyakinkan Anda bagaimana pasar saham, dapat mengulang tingkat harga yang sama di periode waktu yang sama dari beberapa siklus sebelumnya. Hubungan matahari dan bulan sangat penting peranannya dalam menentukan kemungkinan terbesar tanggal terjadinya pembalikan dari suatutrend jangka pendek, daya, dan volatilitas. Adapun, peristiwa terhubungnya planet-planet di angkasa membantu kita mendapatkan karakteristik harga pada periode waktu jangka menengah dan panjang.
Anda tidak akan pernah sukses apabila berinvestasi dengan banyak menggunakan kata “JIKA”. Analisa yang baik adalah sebuah prediksi yang dapat menggambarkan skenario pergerakan harga tidak hanya satu langkah di depan melainkan 2-3 langkah di depan. Sebagai contoh, seringkali Anda mendengar analis pada umumnya berkata ‘Jika harga menembus resistent X ia akan naik ke harga Y, tetapi jika melemah dan berbalik ke support Z harga akan jatuh dan kembali bearish‘. Maka akan muncul pertanyaan kritis:
 
Ketiga pertanyaan ini akan selalu gagal dijawab oleh analisa teknikal. Tak heran, 90 persen trader yang menggunakan analisa teknikal tidak mampu bangkit dari keterpurukan. Mereka bagaikan berjalan di dalam kegelapan yang hanya mampu melihat satu langkah ke depan. Astronacci dengan siklus planet yang telah diinter- prestasikan dalam sifat harga (price action) dan time action dapat memperkirakan hal-hal yang tidak mungkin dijawab ilmu analisa teknikal biasa. Pertanyaan-pertanyaan seperti kapan volume besar akan datang, kapan false break out akan terlihat, atau kapan buy on weakness, akan terjawab melalui metode ini.
Financial Astrology, khususnya Astronacci juga dapat dibuktikan secara science dengan melakukan pengujian menggunakan metode statistik, bahwa yang kami kerjakan bukanlah mistis melainkan menterjemahkan dan mengaplikasikan serangkaian sistem kerja alam semesta terhadap berbagai instrumen pasar modal.
Harus diakui, Astronacci, sebagai terobosan baru yang radikal, menuai kontradiksi dari berbagai kalangan. Saat pertama kali Astronacci dipublikasikan, sejumlah pihak skeptis beranggapan Astronacci merupakan ilmu yang tidak rasional. Hal ini sangat disayangkan karena bahkan seorang JP Morgan sekalipun menjadi salah satu pengguna finansial Astrologi dalam aktifitas investasinya di pasar modal. Seiring berjalannya waktu, tingginya tingkat akurasi Astronacci mulai dipakai institusi asing, salah satunya PT. UOB Kay Hian Securities Indonesia yang sejak Mei 2010 hingga kini menggunakan Astronacci sebagai dasar pembuatan daily technical report . 

Majalah dunia sekaliber Forbes dan Fortune juga pernah memberikan ruang untuk mencetak sejarah yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Astronacci berhasil memprediksi level all time high IHSG pada tanggal dan harga yang tepat satu bulan sebelum terjadinya. Saya pernah mengejutkan sebagian investor, dan traders lokal ketika membuktikan analisa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai all time high pada tanggal dan harga yang sudah ditentukan jauh-jauh hari sebelumnya. Pertama kali, pada 9 Mei 2011 melalui laporan harian analisa teknikal UOB Kay Hian Sekuritas dan portal berita online yang memberitakan prediksi IHSG akan mencatatkan rekor all time high pada 19-23 Mei 2011. Tepat pada tanggal 19 Mei 2011 sekitar pukul 03:30 (GMT) atau 10.30 WWIB IHSG mencetak sejarah untuk rekor tertinggi pada level 3.867.
Saat itu sebagian orang mengira itu hanyalah suatu kebetulan. Lalu, pada 4 Juli 2011 melalui portal berita yang sama dan majalah Forbes Indonesia (edisi Juli), dengan optimis Gema Goeyardi memberi tantangan tentang prediksinya bahwa meskipun krisis Eropa bertambah buruk, atau pun perekonomian AS mengalami kegagalan, IHSG akan tetap mencetak rekor all time high” pada level 4.100 dan dimulai dari tanggal 22-27 Mei 2011. Dengan dramatis, tepat 22 Juli 2011, IHSG menyentuh level 4.100. Hal ini sangat menggemparkan karena analisa mengenai IHSG terbukti akurat untuk kedua kalinya. Ini adalah yang pertama kali di Indonesia.

 

 

Dibaca : 1726 kali
Baru dibaca Terpopuler