Minggu, 22 April 2018 | 11:32 WIB

Permodalan Manajer Investasi ( Adil Itu Tidak Harus Sama )

Permodalan Manajer Investasi ( Adil Itu Tidak Harus Sama )
Kamis, 27 September 2012 / market / majalah pialang edisi 14
Permodalan Manajer Investasi ( Adil Itu Tidak Harus Sama )
Terkait :

 

Kini aturan baru Modak Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) telah menggaris bawahi perusahaan sekuritas bermodalkan Rp25 miliar. Namun itu tidak berlaku bagi perusahaan sekuritas yang berperan hanya sebagai manajer investasi (MI). Dalam revisi aturan V.D.5. Bapepam-LK tentang Pemeliharaan dan Pelaporan MKBD Perusahaan Efek, terdapat perbedaan ketentuan MKBD bagi broker yang menjalankan kegiatan usaha sebagai MI saja dengan broker yang menjalankan usaha lain selain MI.
Modal bersih bagi perusahaan MI memang tidak terlalu signifikan dibandingkan sekuritas. Namun, hal ini tetap diperlukan agar industri pasar modal berkembang secara sehat. Ada nafas diskriminasi mengenai aturan modal bersih bagi para pelaku industri pasar modal itu. Aturan itu menyebutkan perusahaan efek yang hanya menjalankan kegiatan usaha sebagai MI wajib memiliki modal bersih minimal Rp200 juta ditambah 0,1 persen dari total dana kelolaan. Sementara, bagi perusahaan efek yang menjalankan usaha sebagai penjamin emisi efek dan MI harus memiliki modal bersih Rp25 miliar atau 6,2 persen dari total kewajiban (liabilities) ditambah ranking liabilities.
Sebagai gambaran, ranking liabilities adalah sejumlah kewajiban kontinjen dan kewajiban off balance sheet yang akan ditambahkan pada liabilitas sebagai faktor risiko dalam penghitungan MKBD, yang nilainya ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu.
Merasa tidak diperlakukan adil, pelaku industri reksa dana mengajukan keberatan, khususnya pada poin broker yang hanya menjalankan kegiatan usaha sebagai MI saja. Hal ini penting mengingat apabila fund manager memiliki dana kelolaan besar, tentu akan sangat riskan jika hanya memiliki modal Rp200 juta saja. Pasalnya, peningkatan modal bersih bagi perusahaan MI diperlukan untuk memberikan rasa aman bagi investor.
Kini Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tengah membahas usulan pelaku industri reksa dana untuk menyetarakan aturan penetapan MKBD khusus untuk perusahaan MI. Pelaku industri mengajukan tiga klasifikasi usulan kenaikan MKBD kepada regulator. MKBD yang dinaikkan berdasarkan varian produk reksa dana yang dimiliki oleh masing-masing MI. Pertama, untuk perusahaan MI yang hanya mengelola produk kontrak pengelolaan dana (discretionary fund) atau KPD, wajib memiliki modal bersih minimal Rp200 juta ditambah 0,1 persen dari total dana kelolaan
Kedua, bagi MI yang mengelola produk KPD dan reksa dana konvensional harus memiliki modal bersih minimal Rp15 miliar ditambah 0,1 persen dari total dana kelolaan. Adapun usulan ketiga, perusahaan MI yang mengelola kontrak pengelolaan dana, reksa dana konvensional, dan reksa dana penyertaan terbatas harus memiliki modal bersih minimal Rp25 miliar ditambah 0,1 persen dari total dana kelolaan.
Sejatinya pengklasifikasian MKBD di atas bertujuan untuk menampung usulan perusahaan MI lokal. Mayoritas perusahaan sekuritas asing tidak mengalami diskriminasi ini mengingat para pemain asing tidak hanya menjalankan fungsi sebagai MI, namun juga penjamin emisi efek. Sementara perusahaan efek lokal yang sebagian hanya menjalankan fungsi MI, harus dibedakan pengklasifikasiannya.  “Kami ingin aturan tersebut tidak diberlakukan sama karena kemampuan perusahaan di Indonesia pasti berbeda,” tambah Direktur Utama PT Lautandhana Investment Management, Ahmad Subagja beberapa waktu lalu.
Di Singapura saja, terdapat dua klasifikasi permodalan perusahaan MI. Perusahaan dengan dana kelolaan besar akan dikenakan ketentuan modal bersih lebih tinggi dibanding perusahaan yang mengelola dana lebih kecil. Aturan ini juga dimaksudkan untuk membuat perusahaan MI skala kecil tetap hidup dan berkembang. Melihat aspirasi arus bawah tersebut, regulator tengah membahas bersama para pelaku industri. Kajian masih dilakukan sehingga  regulator belum dapat menetapkan keputusan apapun.
 
Penyertaan Dana Reksa Dana
 
Terlepas usulan modal bersih MI, para pelaku industri reksa dana bersama regulator juga tengah membahas ketentuan besaran penyertaan dana pada reksa dana penyertaan terbatas. Bapepam-LK menyatakan, ada beberapa usulan dari pelaku, yakni untuk reksa dana penyertaan terbatas dengan underlying asset sektor riil diusulkan diturunkan menjadi Rp2,5 miliar dari ketentuan sebelumnya Rp5 miliar.
Sementara, untuk reksa dana penyertaan terbatas dengan underlying asset usaha kecil dan menengah (UKM) diusulkan diturunkan menjadi Rp1 miliar dan underlying asset efek pasar modal atau commercial paper menjadi Rp250 juta. Hingga saat ini, Bapepam-LK juga belum memastikan kapan aturan ini akan diberlakukan. Namun, tujuan utama perubahan ini cuma satu, hendak menyehatkan pasar modal Indonesia.
Dibaca : 881 kali