Sabtu, 20 Januari 2018 | 08:38 WIB

Backdoor Listing : Siasat Asing Melantai di Bursa (4)

Gaya Perusahaan Korea Merangkul MYOH Perusahaan asing berikutnya yang melakukan backdoor listing adalah Samtan Co Ltd, perusahaan yang bergerak di sektor energi.
Kamis, 20 September 2012 / market / majalah pialang edisi 12

 

Gaya Perusahaan Korea Merangkul MYOH
 
Perusahaan asing berikutnya yang melakukan backdoor listing adalah Samtan Co Ltd, perusahaan yang bergerak di sektor energi.
 
LAGI-LAGI skema yang ditempuh sama dengan dua perusahaan sebelumnya.  Perusahaan  asal Korea Selatan ini berperan menjadi pembeli siaga bagi right issue PT MYOH Technology Tbk (MYOH). MYOH yang sebelumnya merupakan perusahaan sektor usaha penciptaan dan penyediaan peranti lunak (Informasi teknologi/IT) juga menggunakan alasan perubahan core business ke bidang pertambangan sebagai alasan menerbitkan saham baru.
Aksi korporasi dengan HMETD ini menerbitkan 1,26 miliar saham baru atau sekitar 85,71% yang dibanderol Rp420 per saham. Sehingga, total nilai right issue mencapai Rp529,51 miliar. Usai rights issue, Samtan Co Ltd menjadi pemilik mayoritas dengan porsi saham mencapai 85,71%. Selanjutnya, MYOH Technology konon akan berganti nama menjadi PT Samindo Resources Tbk.
Sebelum melakukan backdoor listing, perseroan juga melakukan reverse stock, dengan rasio 8:1. Langkah reverse stock yang dilakukan perusahaan membuat harga sahamnya langsung melonjak dari Rp50 per lembar saham menjadi Rp400 per lembar saham, aksi ini direspon positif oleh pasar yang membuat harga saham perusahaan melonjak cukup drastis, bahkan pasca aksi backdoor listing harga saham MYOH mencapai level Rp1.390 per saham, melonjak 225% dari Rp400 per saham pada 24 November 2011.
Dana penerbitan saham baru, mayoritas digunakan untuk mengambil alih saham perusahaan tambang dan jasa batubara, PT Sims Jaya Kaltim. Melalui anak usaha ini, MYOH mengelola bisnis barunya di sektor konstruksi pertambangan batubara. Sims Jaya berperan menyediakan jasa waste removal, coal production, serta pit operation and development untuk perusahaan ini.
Saat ini Sims Jaya tercatat memiliki pelanggan produsen batubara terbesar di Indonesia, yaitu PT Kideco Jaya Agung. Adapun Kideco dikenal sebagai motor penggerak PT Indika Energy Tbk (INDY), tiga besar produsen di Tanah Air, di bawah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Resources Tbk (ADRO).
Tak tanggung-tanggung, hak konsesi Kideco mencapai 27.430 hektare (ha) yang mencakup areal penambangan Samurangau Pit, Tambang Pasir, Kalimantan Timur, dan Roto Pit. Berbeda dengan emiten sebelumnya, manajemen MYOH pesimis kinerja pada 2012 bisa kinclong seperti tahun sebelumnya. Manajemen memproyeksikan laba bersih tahun ini turun hingga 11,6% menjadi Rp38 miliar dibanding perkiraan laba tahun 2011 sebesar Rp48 miliar. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya beban perusahaan yang naik hingga 185,7%menjadi Rp20 miliar.
Namun perseroan yakin akan mencatatkan kenaikan pada pendapatan usaha sebesar 5,7% menjadi Rp1,54 triliun dan laba usaha yang diperkirakan naik sebesar 4,28% menjadi Rp70 miliar menjadi Rp73 miliar.
 
Dibaca : 1556 kali
Baru dibaca Terpopuler