Rabu, 21 Februari 2018 | 08:38 WIB

Backdoor Listing : Siasat Asing Melantai di Bursa (3)

Jurus Saga Menempel Laguna Satu lagi perusahaan asing yang berminat melantai di bursa tanpa listing adalah perusahaan investasi, Saga group. Caranya sama persis yang dilakukan Jinseng kepada Central Omega.
Kamis, 20 September 2012 / market / majalah pialang edisi 12

 

Jurus Saga Menempel Laguna
 
Satu lagi perusahaan asing yang berminat melantai di bursa tanpa listing adalah perusahaan investasi, Saga group. Caranya sama persis yang dilakukan Jinseng kepada Central Omega.
 
MELALUI anak usahanya PT Saga Petroleum Indonesia, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini melakukan backdoor listing dengan menjadi pembeli siaga penerbitan saham baru PT Laguna Cipta Griya Tbk (LCGP). Nantinya, Saga akan menjadi pemilik mayoritas dengan menguasai Laguna dengan kepemilikan 60%. Keputusan Laguna menjadikan Saga Group sebagai mitra strategis sebagai stanby buyer right issue didorong keinginan perusahaan bertranformasi dari sektor perumahan ke segmen pertambangan. Untuk diketahui, Laguna yang berdiri pada 17 Mei 2004, awalnya memfokuskan pada pengembangan rumah sederhana sehat (RSH), rumah sederhana (RS), dan rumah real estate kelas menengah.
Bermain di bisnis properti kelas menengah, memang tidak terlalu menguntungkan posisi Laguna. Pada 2010, Laguna mengalami rugi bersih sebesar Rp539,38 miliar, dengan pendapatan anjlok 9,83 persen dibandingkan 2009 sebesar Rp12,2 miliar. Pada 2011, kinerja keuangan Laguna tak kunjung membaik. Setidaknya hingga September 2011, pendapatan Laguna anjlok hingga 61% menjadi Rp9,40 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan penjualan disebabkan anjloknya penjualan rumah dari Rp7,3 miliar menjadi Rp3,5 miliar. Salah seorang pendiri sekaligus Direktur Utama Laguna Cipta, Alwi Bagir Mulachela pernah berujar keputusan perusahaan merubah core business dalam rangka menyelamatkan kinerja perusahaan. “Peluang bisnis di bidang minyak dan gas yang ada saat ini lebih baik,” ujarnya.
Apalagi Saga Group memiliki izin eksplorasi sumur minyak berkapasitas 1.000 barel per hari di Sumatera Utara senilai USD45 juta di bawah bendera PT Langsa. Usai backdoor listing yang ditargetkan rampung pada semester II/2012 ini, Laguna siap menambah sumur-sumur baru di lokasi yang sama sehingga produksi minyaknya meningkat. Dalam kalkulasi manajemen, setiap penambahan sumur eksplorasi dibutuhkan dana sekitar USD40 juta. Seiring itu, Laguna akan melepas aset dan bisnis properti yang ada saat ini yakni tanah senilai Rp80 miliar di Cilegon dan Palembang. Saga Group dikenal sebagai holding company 27 perusahaan dengan segmen bisnis yang berbeda. Selain migas, Saga juga memiliki usaha di sektor pertambangan, perhotelan, perdagangan internasional, otomotif, pengembangan properti, dan media radio.
Di 2012, manajemen mengklaim potensi bisnis barunya di sektor migas akan memberi pemasukan pendapatan cukup signifikan. Dengan hitungan yang konservatif, Laguna Cipta bisa mencetak pendapatan sekitar USD1 juta per bulan dari bisnis barunya ini. Dalam setahun, perseroan berpotensi bisa meraih pendapatan sekitar USD12 juta. Jika menggunakan nilai tukar USD1 setara Rp9.000, berarti potensi pendapatan LCGP setahun mencapai Rp108 miliar
 
Dibaca : 868 kali
Baru dibaca Terpopuler