Kamis, 26 April 2018 | 03:25 WIB

Obligasi Daerah Tetap Memiliki Risiko Default

Rabu, 23 Mei 2012 / market / st02

Pialang News, Jakarta - Penerbitan obligasi daerah yang akan dilakukan oleh sejumlah pemerintah daerah tetap memiliki faktor risiko gagal bayar (default) meskipun jenisnya termasuk Surat Utang Negara (SUN).

Oleh karena itu, peran lembaga rating dalam memberikan peringkat tetap dinilai penting walaupun secara aturan tidak diwajibkan. Hal tersebut dikatakan Presiden Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Ronald T. Andi Kasim, dalam temu wicara dengan wartawan beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, rating tetap penting karena pemerintah pusat tidak menjamin bila obligasi daerah terjadi gagal bayar. "Investor tetap harus berhati-hati karena kemampuan perekonomian dari masing-masing Pemda berbeda-beda. Sehingga peran rating sangat penting bagi investor untuk mengetahui faktor risiko dari obligasi daerah yang diterbitkan,” jelas Ronald.

Aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) nomor IX.C.12. tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah, memang menyebutkan bahwa obligasi yang akan diterbitkan Pemda memang tidak wajib untuk dirating oleh lembaga pemeringkat.

Namun terlepas dari aturan tersebut setelah aturan tersebut diterbitkan di 2011, beberapa pemerintah daerah memang menyatakan keterterikannya untuk menerbitkan obligasi daerah.

Di 2012 sendiri Pefindo telah mendapatkan mandat untuk memeringkat obligasi daerah Pemda DKI Jakarta sebesar Rp 1,7 triliun dan proses lelang untuk lembaga pemeringkat obligasi daerah aka segera dilaksanakan.

Obligasi daerah tersebut akan digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah sebesar Rp 185 miliar, water waste management Casablanca Rp 235 miliar, Rumah Susun Daan Mogot Rp 500 miliar dan Terminal Bis Pulogebang Rp 757 miliar.

“Namun penerbitan obligasi daerah DKI Jakarta masih belum dapat dipastikan karena tengah dalam proses perizinan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta dan Kementerian Keuangan. Selain itu sebentar lagi akan ada Pemulihan Umum Daerah untuk menentukan Gubernur DKI Jakarta,” jelas Ronald.

Beberapa daerah memang tertarik untuk menerbitkan obligasi daerah dan tengah dalam tahap persiapan untuk menerbitkan obligasi daerah mengikuti langkah Pemda DKI Jakarta.

Dibaca : 1013 kali
Baru dibaca Terpopuler